Ilustrasi: Saham BBRI mengalami kenaikan 61,5 kali setelah 20 tahun melantai di BEI. (Foto: Erman)
Jakarta – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terpantau menggeser posisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai perusahaan tercatat yang menempati posisi pertama kapitalisasi pasar jumbo di Bursa Efek Indonesia (BEI), berdasarkan data harian per 18 Juli 2025.
Dalam statistik harian BEI disebutkan bahwa kapitalisasi pasar BREN meningkat sebesar 8,18 persen menjadi Rp1.070 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar BBCA juga naik 7,86 persen menjadi Rp1.028 triliun.
Padahal, jika dilihat dari pergerakan harga saham pada hari ini, Senin, 21 Juli 2025, hingga pukul 10:50 WIB, saham BBCA tercatat masih menguat 0,30 persen ke level Rp8.450, sementara saham BREN justru turun 0,31 persen ke posisi Rp7.950.
Baca juga: 5 Saham Pendorong IHSG Sepekan, Ada BRMS hingga BBCA
Tidak jauh berbeda harga saham keduanya secara year-to-date (YtD) juga masih mengalami penurunan lebih dari 10 persen. Saham BBCA merosot 12,92 persen, sedangkan saham BREN melemah 14,29 persen.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi pergeseran kapitalisasi pasar ini adalah jumlah saham beredar (outstanding shares). Dari sisi ini, BREN unggul dengan 133,79 miliar saham beredar, lebih tinggi dibandingkan BBCA yang memiliki 123,28 miliar saham beredar.
Baca juga: Cek Rekening! Dividen BBCA Cair Hari Ini, Segini Nilainya
Daftar 10 Emiten dengan Kapitalisasi Terbesar per 18 Juli 2025
Berikut daftar 10 besar emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar berdasarkan data harian BEI:
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi menyebabkan 12 orang luka tanpa korban jiwa. Dugaan sementara,… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 1,25% ke level 7.094,52 dengan nilai transaksi Rp6,89… Read More
Poin Penting: BPS mengerahkan 116 ribu petugas untuk menjamin akurasi data dalam Sensus Ekonomi 2026.… Read More
Poin Penting Komisi II DPR mengapresiasi digitalisasi Bank Sumut yang membuat layanan perbankan lebih cepat,… Read More
Poin Penting Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara dipicu deformasi kerak bumi dengan mekanisme thrust… Read More
Poin Penting Penggunaan SPKLU PLN melonjak 4,14 kali lipat selama RAFI 2026, dengan 303.234 transaksi… Read More