News Update

Kadin Ungkap Dua Biang Kerok yang Dikeluhkan Pekerja dan Pengusaha di RI, Apa Itu?

Jakarta – Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Carmelita Hartoto menegaskan pentingnya kepastian hukum dan regulasi dalam kegiatan berbisnis di Indonesia.

Menurutnya, kepastian hukum dan regulasi sangat penting sebagai modal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi saat ini.

“Hal-hal itu yang memang menjadi kekhawatiran dari pengusaha maupun investor asing dan lokal. Lebih kepada kepastian hukum yang kita butuhkan,” sebut Carmelita saat ditemui di sela-sela acara konferensi pers peluncuran lembaga riset Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) di Jakarta, Senin, 30 Juni 2025.

Oleh karenanya, Carmelita berharap agar pemerintah dapat menemukan strategi jitu untuk menarik minat talenta-talenta dari generasi muda Indonesia untuk bekerja di Indonesia, dan tidak bekerja di luar negeri karena lebih besarnya imbalan gaji maupun kondisi yang lebih nyaman.

Baca juga: Perusahaan Merry Riana Mau IPO, Incar Dana Segar Rp39,99 Miliar

“Itulah kenapa kita sebutkan berkali-kali, kepastian hukum itu penting dalam berbisnis maupun bekerja. Sehingga, bukan sekadar gaji yang mereka harapkan, tapi juga kepastian hukum,” jelas Carmelita.

Ia mengatakan bahwa kepastian hukum yang jelas dapat melindungi segenap pekerja dari level bawah hingga pimpinan dari ketakutan kesalahan pengambilan keputusan atau bertindak ketika melakukan pekerjaannya.

Sebagai contoh, kata Carmelita, perusahaan BUMN yang melakukan kerja sama dengan perusahaan dari pihak swasta atas suatu proyek, sebagian berujung ke ranah hukum akibat kurangnya kepastian hukum di Indonesia.

“Mereka bekerja di BUMN sebagai dirut, direksi, bekerja sama dengan kami selaku pengusaha. Kadangkala dalam suatu proyek itu menjadi permasalahan, dan akhirnya ke pihak hukum,” ujarnya.

Menurutnya, banyak program-program BUMN yang sebenarnya bagus, tetapi tidak bisa diimplementasikan karena dipandang tidak menguntungkan.

“Dan sekalipun menguntungkan, itupun masih dicari ‘celah’-nya, sehingga BUMN-BUMN itu tidak berani mengimplementasikan programnya,” beber Carmelita.

Di sisi lain, ia juga mengatakan, perlunya pendampingan bagi para investor asing yang berinvestasi di Indonesia. Jangan sampai ketika mereka berinvestasi di daerah-daerah Indonesia, mereka mengalami demonstrasi-demonstrasi yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, yang pada akhirnya membuat para investor tidak nyaman berinvestasi di Indonesia.

Baca juga: Ada 14 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo

Sedangkan untuk investor dalam negeri, pemerintah Indonesia perlu memberikan sosialisasi terkait proyek-proyek dalam negeri apa saja yang bisa menjadi ranah investasi.

“Kadang kami dari pengusaha nasional tidak tersampaikan jika mungkin ada proyek-proyek nasional yang bisa diinvestasi oleh kami para pengusaha nasional. Jadi, sebenarnya pengusaha Indonesia banyak ‘kok yang bisa membangun Indonesia,” pungkasnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

10 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

11 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

17 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

18 hours ago