Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting

  • Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas akses pasar dan investasi RI–AS
  • Ekspor alas kaki RI ke AS baru USD120 juta, tertinggal dari Vietnam USD600 juta; perlu dorong daya saing dan tarif kompetitif
  • Kadin bidik tambahan FDI hingga USD60 miliar dan dorong transformasi industri bernilai tambah.

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerja Sama tentang Peningkatan Strategis Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Bilateral dengan US-ASEAN Business Council (US-ABC).

Penandatanganan dilakukan di sela-sela forum US-Indonesia Economic Dialogue yang diselenggarakan oleh US-ABC, U.S. Chamber of Commerce (USCC), dan US-Indonesia Society (USINDO) bekerja sama dengan Kadin Indonesia, Kamis (19/2) waktu setempat.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, kerja sama ini bertujuan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di AS.

“Tanda tangan antara Kadin dengan US-ASEAN Business Council, intinya bagaimana kita bisa memperbesar pasar buat para pedagang kita, para investor dari Indonesia, para pengusaha dari Indonesia untuk bisa mengakses pasar di Amerika,” ujar Anin, sapaan akrab Anindya dikutip 21 Februari 2026.

Baca juga: Dari Washington, Kadin Nilai Langkah Prabowo Perkuat Posisi RI di Peta Ekonomi Global

Soroti Peluang Ekspor Alas Kaki

Sebagai contoh, Anin menyoroti sektor alas kaki. Ia menyebut nilai ekspor alas kaki Indonesia ke AS saat ini sekitar USD120 juta, sedangkan Vietnam telah mencapai USD600 juta.

“Nah itu hampir 4-5 kali lipatnya,” kata Anin.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor, selama tetap menjaga daya saing, terutama dari sisi tarif.

“Jadi sekarang Indonesia mempunyai kesempatan untuk meningkatkan itu semua selama bisa tetap kompetitif. Secara daripada tarif, harus kompetitif. Tapi Indonesia juga mempunyai kesempatan untuk meningkatkan jumlah dari para perdagangan yang tentunya akan membawa pertumbuhan Indonesia, lapangan kerja, dan lain-lain,” ujarnya.

Dorong Investasi AS Masuk Indonesia

Anin menambahkan, Kadin saat ini fokus mendukung pelaku usaha yang telah aktif melakukan ekspor, antara lain di sektor garmen, tekstil, alas kaki, furnitur, dan elektronik.

Baca juga: Kadin Minta Pelaku Usaha Cermati Teknis Kesepakatan Tarif Resiprokal 19 Persen

Namun, ia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan perdagangan, melainkan juga mendorong investasi AS masuk ke Indonesia.

“Ingat, bahwa di Indonesia ini dibutuhkan banyak investasi. Sampai 60 miliar dollar AS FDI, Foreign Direct Investment. Nah, ini juga salah satu cara untuk kita untuk mendapatkan ini semua,” kata Anin.

Lebih lanjut, ia menilai kesepakatan dagang (Agreement on Reciprocal Trade) yang tengah dipersiapkan Indonesia dan AS berpotensi menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.

“Karena trade agreement yang akan ditandatangani oleh kedua negara ini benar-benar bisa menjadi suatu sejarah. Supaya perdagangan dan investasi-investasi selalu meningkat. Membawa lapangan kerja, membawa juga pertumbuhan,” ujarnya.

Anin juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemampuan tenaga kerja nasional, termasuk di bidang teknologi, guna mendorong transformasi ekonomi menuju industri bernilai tambah.

“Sehingga kita juga bisa menjadi negara maju yang makin hari akan mentransformasi ekonominya menjadi industri-industri yang lebih mempunyai nilai tambah,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62