Poin Penting
- Negara-negara APEC mencakup 9 dari 10 mitra dagang utama Indonesia dan berkontribusi sekitar 70 persen total ekspor nasional, dengan porsi 60 persen PDB global dan 40 persen populasi dunia
- ABAC Meeting I 2026 digelar di Jakarta menjadi momentum Indonesia mendorong perdagangan, investasi, inklusi keuangan, integrasi regional, dan keberlanjutan
- Tema ABAC 2026 mengusung Openness, Connectivity, and Synergy, dengan fokus pada physical connectivity, institutional connectivity, dan people-to-people connectivity.
Jakarta – Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan peran strategis Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) bagi perekonomian Tanah Air.
Sebab, sembilan dari sepuluh negara mitra dagang utama Indonesia merupakan anggota APEC, termasuk Amerika Serikat, China, dan Rusia.
“Secara keseluruhan, negara-negara APEC berkontribusi sekitar 70 persen dari total ekspor Indonesia,” ujar Anindya, yang akrab disapa Anin, di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
“Secara keseluruhan, negara-negara APEC berkontribusi sekitar 70 persen dari total ekspor Indonesia,” ujar Anin.
Menurut Anin, kawasan Asia Pasifik yang tergabung dalam APEC mencakup sekitar 3 miliar penduduk, atau 40 persen dari total populasi dunia, serta menyumbang sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global.
Baca juga: BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas
Lebih lanjut, Anin mengungkapkan bahwa ABAC Meeting I 2026 yang digelar di Jakarta merupakan permintaan khusus dari China sebagai tuan rumah APEC 2026.
Pertemuan pertama ini, kata Anin, dinilai strategis karena berperan sebagai agenda setting bagi rangkaian ABAC sepanjang tahun. Indonesia dipandang mampu menjaga keseimbangan sekaligus menetapkan arah pembahasan ke depan.
“Ini merupakan kehormatan bagi Indonesia. Namun, kita juga ingin memanfaatkan ABAC pertama ini untuk mendorong perdagangan, investasi, inklusi keuangan, integrasi ekonomi regional, serta agenda keberlanjutan,” jelas Anin.
Anin juga menyoroti tema ABAC 2026 yang mengusung Openness, Connectivity, and Synergy. Ia menilai, tema tersebut mencerminkan semangat keterbukaan dan kolaborasi yang semakin kuat di kawasan.
Baca juga: Kadin Ungkap Peran Strategis Elektrifikasi bagi Masa Depan Ekonomi RI
Dalam konteks connectivity, Anin menjelaskan terdapat tiga pilar utama, yakni physical connectivity, institutional connectivity, dan people-to-people connectivity.
Physical connectivity, lanjut Anin, tercermin melalui penguatan infrastruktur dan konektivitas fisik lintas negara, yang selama ini identik dengan inisiatif seperti Belt and Road Initiative.
Sementara itu, institutional connectivity mencakup penguatan kerja sama antar-negara dan kawasan, termasuk antara ASEAN, China, dan negara APEC lainnya.
“Yang terakhir adalah people-to-people, kebudayaan. Ini juga akan kita sajikan dalam opening dinner dan gala dinner, yang lebih mengedepankan people-to-people,” pungkasnya. (*)










