Jakarta – Pandemi COVID-19 yang masih melanda negeri telah memporak-porandakan pasar modal Indonesia selama dua tahun terakhir. Kendati demikian, ada kabar baik bagi masa depan capital market setelah pandemi yang perlahan-lahan mulai mereda.
Menurut Oki Ramadhana, Direktur Utama Mandiri Sekuritas, potensi capital market tahun ini dan kedepannya akan semakin baik. Salah satu penyebabnya adalah animo investor asing yang sudah kembali lagi ke Indonesia. Saat ini, investor asing yang sebelumnya keluar dari Indonesia, sudah menanamkan modalnya kembali di bursa saham Indonesia.
“Jadi potensi capital market kita akan membaik tahun ini. Dan IPO yang akan terjadi tahun ini juga banyak sekali. Ini juga menjadi potensi” katanya, dalam Konferensi Pers Pre Event Mandiri Investment Forum 2022, secara virtual, Selasa, 25 Januari 2022.
Sementara itu, Panji Irawan, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri menjelaskan, foreign direct investment, bons, stock investment, dan instrument bank (deposito) adalah sektor-sektor yang potensial bagi investor tahun ini. Namun, secara lebih spesifik, ia merekomendasikan investor untuk masuk ke sektor mineral, bahan baku elektrik dan energi.
“Kalau mau masuk tahun ini ke sektor mineral, bahan baku elektrik seperti baterai, dan energi. Sektor keuangan, banking, insurance juga terbuka. Kinerja perbankan juga bisa terlihat baik. Itu pilihan terbuka bagi investor untuk masuk,” kata Panji. (Ayu Utami)
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More