KA Bandara Soetta, Bentuk Sinergi BUMN

KA Bandara Soetta, Bentuk Sinergi BUMN

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terhubung Transportasi Lokal
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Menteri BUMN Rini Soemarno hari ini melakukan uji coba pengoperasian KA Bandara Soekarno Hatta dari Stasiun Bandara hingga ke Stasiun Sudirman Baru, Jakarta. Proyek KA Bandara Soekarno Hatta dijalankan berdasarkan Perpres Nomor 83/2011, di mana negara mengamanahkan kepada PT KAI untuk membangun prasarana dan sarana KA Bandara Soekarno Hatta.

Menteri Rini menegaskan, pembangunan KA Bandara ini merupakan wujud sinergi BUMN. Dimana selain melibatkan KAI, juga turut melibatkan PT Len Industri (Persero) sebagai badan yang membangun sinyal kreta dan PT INKA (Persero) sebagai pembuat kereta.

“Jadi ini semua hasil karya anak bangsa, bahkan sistem ticketing tadi juga dikembangkan sendiri oleh Railink. Dalam struktur proyek KA Bandara Soekarno-Hatta ini, terdapat pembagian tugas antara induk perusahaan PT KAI dan PT Angkasa Pura II dan anak perusahaan PT Railink,” jelas Rini.

PT KAI bertugas untuk membangun prasarana untuk menunjang pengoperasian KA meliputi track baru sepanjang 12.1 KM dari Batuceper sampai bandara lengkap dengan jaringan LAA-persinyalan dan telekomunikasi KA dari stasiun Sudirman baru, Duri, Batuceper, gardu induk, dan dipo pemeliharaan KRL Railink.

Sedangkan PT Angkasa Pura II membangun stasiun di Bandara dan konektivitas ke APMS Skytrain untuk menghubungkan stasiun bandara menuju seluruh terminal keberangkatan penerbangan.

Sementara PT Railink bertindak sebagai operator KA Bandara melakukan pengadaan sarana, interior stasiun dan kantor, maintenance tools, overhead crane, rekrutmen pegawai dan lain-lain.

Investasi sarana dilakukan oleh PT Railink dengan membeli electric multiple unit (EMU) atau Kereta Rel Listrik (KRL) baru dari Konsorsium Bombardier  Transportation Swedia dan PT INKA sebanyak 10 trainset KRL.

Adapun kapasitas per trainset sebanyak 272 penumpang. Total pengadaan trainset tersebut memiliki nilai $70,407 juta dengan pendanaan melalui sindikasi perbankan yakni BRI,BNI, Mandiri, BCA dan self financing PT Railink.

“Dengan 10 trainset yang dimiliki oleh PT Railink, mampu mengoperasikan paling tidak 124 KA per hari dengan headway setiap 15 menit sekali dan waktu tempuh Manggarai-Bandara Soetta dengan total daya angkut 33.728 tempat duduk per hari,” ucap Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto.

KA Bandara ini direncanakan peresmian pengoperasiannya oleh Presiden pada awal Desember 2017 dengan menunggu arahan dari Kementrian BUMN.

Pada tahap awal pengoperasian hingga 31 Desember 2017, diberlakukan tarif promosi antara Rp 20.000 sd Rp. 30.000. Sedangkan mulai tanggal 1 Januari 2018 bisa diterapkan tarif normal Rp 100.000.

Stasiun yang dilayani oleh KA Bandara Soekarno-Hatta meliputi Manggarai, Sudirman Baru, Duri, Batuceper, Bandara Soetta PP.

“Untuk sementara waktu pada tahap awal pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta, belum melayani naik turunnya penumpang di Manggarai karena masih dalam proses pembangunan peron dan jalur KA Bandara oleh Satuan Kerja Proyek Kementrian Perhubungan,” tambah Heru.

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, Railink juga membangun sistem ticketing secara inhouse bernama ARTS (Airport Railway Ticketing System). Sistem ARTS ini dibangun dengan mengadopsi perkembangan ITC mutakhir berbasis cashless seiring dengan program Bank Indonesia dan pemerintah.

“Nantinya, chanel pembayaran tiket kereta ini dapat menggunakan single EDC, ATM, e-commerce dengan menggandeng mitra perbankan 4 Himbara serta 6 bank swasta,” tutup Heru.(*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]