Pound masih tertekan
Jakarta – Perhatian dunia finansial sepertinya masih akan tertuju pada poundsterling dalam pekan mendatang. Hal ini terutama setelah mata uang Inggris ini mengalami “flash crash” pada hari Jumat pagi.
“Saya pribadi tidak akan terkejut apabila Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) mengeluarkan komentar terbuka tentang peristiwa terkini terkait GBP setelah Menteri Keuangan Philip Hammond menanggapi peristiwa pekan lalu dengan mengatakan bahwa turbulensi pasar tersebut sudah dapat diduga” papar Jameel Ahmad, VP of Reseacrh Analyst FXTM.
Pemerintah Inggris, lanjutnya, akan segera mencoba mengaktifkan Pasal 50 dan memulai proses negosiasi untuk keluar dari Uni Eropa sehingga mata uang ini akan semakin tertekan. (Selanjutnya : Peluang BoE stabilkan poundsterling…)
Page: 1 2
Poin Penting BSI meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 sebagai bukti komitmen memperkuat perlindungan data pribadi… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memproyeksikan BI Rate hanya dipangkas maksimal dua kali pada 2026 dengan… Read More
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan PRUMapan, produkasuransi jiwa tradisional dengan Manfaat Dana Mapan… Read More
Poin Penting Cara lapor pajak di Coretax lebih praktis dengan fitur prepopulated, tetapi tetap membutuhkan… Read More
Poin Penting Gubernur Jambi memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayar meski Bank Jambi mengalami… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II membahas upaya mendorong perdamaian Gaza dan stabilitas… Read More