Menurut Jameel, posisi BoE sangat sulit karena poundsterling saat ini berada dalam level terendah dalam satu generasi terakhir. Walaupun, Inggris tetap salah satu ekonomi dengan kinerja terkuat dibandingkan negara-negara maju lainnya.
Walaupun peluang BoE bergerak untuk menstabilkan mata uang Inggris ini melalui intervensi langsung teramat kecil saat ini. Menurut Jameel, BoE mungkin saja akan menyampaikan bahwa lemahnya mata uang ini dapat menimbulkan risiko terlampauinya target inflasi 2% dan ini dapat menghambat pelonggaran moneter lebih lanjut.
(Baca juga : Poundsterling Merosot Di Level Terendah)
Nilai tukar poundsterling terhadap dollar AS saat ini berusaha bertahan di level 1.24. Namun, sentimen beli terhadap mata uang ini berada di level yang sangat lemah. “Saya memprediksi GBP akan terus melemah selama beberapa bulan mendatang” pungkasnya.
Page: 1 2
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai langkah Iman Rachman mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak… Read More
Poin Penting Hingga 29 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, DJP mencatat 1.001.002 SPT Tahunan Tahun… Read More
Poin Penting Jemmy Atmadja (Maximus Insurance) dan Nicolaus Prawiro (Cakrawala Proteksi) memamerkan koleksi keris dan… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup menguat 1,18 persen ke level 8.329,15 dengan nilai transaksi… Read More
Poin Penting Sejumlah menteri, pejabat lembaga, dan pimpinan anak usaha BUMN ternyata memiliki kesamaan hobi,… Read More
Poin Penting Outflow investor asing mencapai Rp5,11 triliun pada perdagangan 29 Januari 2026, dominasi penjualan… Read More