Menurut Jameel, posisi BoE sangat sulit karena poundsterling saat ini berada dalam level terendah dalam satu generasi terakhir. Walaupun, Inggris tetap salah satu ekonomi dengan kinerja terkuat dibandingkan negara-negara maju lainnya.
Walaupun peluang BoE bergerak untuk menstabilkan mata uang Inggris ini melalui intervensi langsung teramat kecil saat ini. Menurut Jameel, BoE mungkin saja akan menyampaikan bahwa lemahnya mata uang ini dapat menimbulkan risiko terlampauinya target inflasi 2% dan ini dapat menghambat pelonggaran moneter lebih lanjut.
(Baca juga : Poundsterling Merosot Di Level Terendah)
Nilai tukar poundsterling terhadap dollar AS saat ini berusaha bertahan di level 1.24. Namun, sentimen beli terhadap mata uang ini berada di level yang sangat lemah. “Saya memprediksi GBP akan terus melemah selama beberapa bulan mendatang” pungkasnya.
Page: 1 2
Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More
Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More
Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More
Poin Penting PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memberangkatkan 500 peserta dalam Program Mudik Gratis BUMN… Read More
Poin Penting Danantara Indonesia genap satu tahun, fokus memperkuat tata kelola dan fondasi pengelolaan aset… Read More
Poin Penting Warga Jepang kini bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia setelah izin QRIS… Read More