Kedua momentum ini perlu dijaga dan dimanfaatkan. Menurut Jokowi, di tengah momentum yang baik ini, jangan sampai ada pesimisme baik di masyarakat maupun pemerintah. Padahal, kata dia, negara-negara lain memandang Indonesia sebagai negara yang ekonominya baik.
“Jangan sampai justru di dalam sendiri kita, di dalam negeri, justru ada pesimisme. Padahal masyarakat luar memandang kita dan iri terhadap pertumbuhan dan kepercayaan yang begitu sangat baik yang diberikan oleh masyarakat,” paparnya.
Baca juga:
Dirinya mengingatkan agar semua lapisan masyarakat tidak terjebak dalam situasi pesimis yang nantinya dapat merugikan Indonesia dan menghilangkan momentum yang sangat baik tersebut. Oleh sebab itu optimisme masyarakat perlu dibangun sedemikian rupa.
“Jangan sampai terjebak pada pesimisme yang dibuat sendiri. Harusnya yang kita bangun adalah optimisme publik, optimisme masyarakat, sehingga betul-betul masa depan dan harapan ke depan itu bisa terus optimis,” tutup Jokowi. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 2,08 persen ke level 7.935,26. Sebanyak 646 saham terkoreksi, dengan… Read More
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BSI mencatat pertumbuhan lebih dari dua juta nasabah baru sepanjang 2025, didorong minat… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More