Kedua momentum ini perlu dijaga dan dimanfaatkan. Menurut Jokowi, di tengah momentum yang baik ini, jangan sampai ada pesimisme baik di masyarakat maupun pemerintah. Padahal, kata dia, negara-negara lain memandang Indonesia sebagai negara yang ekonominya baik.
“Jangan sampai justru di dalam sendiri kita, di dalam negeri, justru ada pesimisme. Padahal masyarakat luar memandang kita dan iri terhadap pertumbuhan dan kepercayaan yang begitu sangat baik yang diberikan oleh masyarakat,” paparnya.
Baca juga:
Dirinya mengingatkan agar semua lapisan masyarakat tidak terjebak dalam situasi pesimis yang nantinya dapat merugikan Indonesia dan menghilangkan momentum yang sangat baik tersebut. Oleh sebab itu optimisme masyarakat perlu dibangun sedemikian rupa.
“Jangan sampai terjebak pada pesimisme yang dibuat sendiri. Harusnya yang kita bangun adalah optimisme publik, optimisme masyarakat, sehingga betul-betul masa depan dan harapan ke depan itu bisa terus optimis,” tutup Jokowi. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting Pengguna MADINA naik 13% menjadi lebih dari 13.700, dengan frekuensi transaksi mencapai 2… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More