Jokowi; Kebijakan ekonomi Jokowi. (Foto: Istimewa).
Jakarta–Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kabinetnya untuk bekerja dengan berorientasi pada hasil, bukan prosedur. Karenanya, Jokowi meminta agar setiap kementerian mampu mengurangi peraturan-peraturan yang menghambat kerja.
Jokowi menegaskan, dirinya tak ingin terjebak pada rutinitas, bussines as usual, dan monoton. “Ini harus dibalik total. Semuanya harus pada orientasi hasil bukan orientasi prosedur,” tegas Jokowi.
Menurut Jokowi, ada 42.000 aturan regulasi, baik berupa Peraturan Presiden (Perpres), Peratuan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen), yang tahun depan harus hilang, minimal separuhnya di setiap kementerian.
“Aturan-aturan ruwet, Aturan-aturan yang menyebabkan kita ini terbelenggu sehingga tudak bisa cepat, tidak bisa fleksibel, tidak bisa melompat ini harus dihilangkan,” tegas dia. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More