Moneter dan Fiskal

Jelang Tenggat Negosiasi Tarif Trump, Rupiah Melemah ke Rp16.272 per Dolar AS

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa, 8 Juli 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.272 per dolar Amerika Serikat (AS), atau turun 0,20 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.240 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa mereka akan mulai mengirim surat ke negara-negara pada Jumat, menjelang batas waktu 9 Juli.

Ia mengumumkan bahwa beberapa tarif yang dikenakan akan berada dalam kisaran 10 hingga 70 persen dan akan berlaku pada 1 Agustus. 

Ia menambahkan bahwa negara-negara yang berpihak pada blok BRICS akan menghadapi tarif tambahan 10 persen atas praktik mereka yang diduga anti-Amerika.

Baca juga: Prediksi Pergerakan Rupiah Jelang Akhir Negosiasi Tarif Trump

Sebelumnya, pada akhir pekan, Trump mengatakan AS hampir mencapai beberapa perjanjian perdagangan, dengan tarif baru yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus.

Pada April, Trump memberlakukan tarif dasar sebesar 10 persen pada sebagian besar negara, dengan bea tambahan mencapai hingga 50 persen.

“Namun, pada hari Jumat, ia mengatakan bahwa tarif tersebut bisa mencapai 70 persen. Perpanjangan tiga minggu ini memberi negara lain lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan dengan AS, tetapi kurangnya rincian membuat investor merasa khawatir,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa, 8 Juli 2025.

Baca juga: BI Prediksi Rupiah Stabil di Rp16.000-Rp16.500 per Dolar AS pada 2026

Sementara itu, titik dukungan terbesar dolar adalah penurunan tajam dalam ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada dua pertemuan berikutnya.

Hal itu terutama didorong oleh pembacaan penggajian yang kuat pada Kamis lalu, yang menunjukkan pasar tenaga kerja tetap tangguh meskipun ada hambatan ekonomi lainnya. 

Ibrahim menambahkan, para pedagang terlihat sebagian besar menghapus taruhan untuk pemotongan suku bunga pada Juli oleh the Fed, dan juga terlihat meningkatkan taruhan bahwa Fed akan bertahan pada September.

“Minggu ini fokus pasar hanya pada rilis notulen rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru yang akan dirilis hari Rabu (Kamis pukul 01.00 WIB),” imbuhnya.

Baca juga: Gara-gara Sentimen The Fed, Rupiah Dibuka Melemah Rp16.223 per USD

Sehingga, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada hari ini di kisaran Rp16.230 hingga Rp16.280 per dolar AS.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp16.230 hingga Rp16.280per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

12 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

12 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

19 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago