Perbankan

Jelang Ramadan, BSI Proyeksikan Pembiayaan Kendaraan Tumbuh 10-15 Persen

Poin Penting

  • PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk memproyeksikan pembiayaan kendaraan tumbuh 10–15 persen jelang Ramadan, didorong subsidi EV dan promo perseroan
  • Sepanjang 2025, pembiayaan kendaraan BSI mencapai Rp6,41 triliun, naik 19% (yoy) dengan kualitas tetap sehat.
  • BSI memiliki program cicilan tetap, tenor fleksibel, serta kolaborasi dengan Mandiri Utama Finance Syariah mempercepat proses pembiayaan kendaraan

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI memproyeksikan pembiayaan kendaraan mampu tumbuh double digit sekira 10-15 persen menjelang Ramadan.

“Menjelang Ramadan, rata-rata kebutuhan pembiayaan kendaraan di BSI biasanya mengalami kenaikan sekitar 10-15 persen,” ujar Kemas Erwan Husainy, Direktur Retail Banking BSI dalam keterangan resminya dikutip 18 Februari 2026.

Kata Kemas, keyakinan tersebut didukung dengan berbagai stimulus pemerintah terkait dengan keringanan subsidi kendaraan listrik, minat masyarakat terhadap pembiayaan syariah, serta berbagai promo dan program menarik dari BSI.

Baca juga: BSI Bidik 300 Ribu Nasabah Ultramikro usai Gandeng PNM

Kemas melanjutkan, BSI menyediakan produk pembiayaan kendaraan berbasis prinsip syariah dengan cicilan tetap dan jangka waktu fleksibel sesuai kebutuhan nasabah.

“BSI menyediakan produk pembiayaan kendaraan berbasis prinsip syariah dengan cicilan tetap dan jangka waktu fleksibel sesuai kebutuhan nasabah,” kata Erwan.

Selain itu, proses pengajuan pembiayaan yang semakin mudah melalui jaringan kantor cabang dan layanan digital superapps BYOND by BSI turut mendorong minat masyarakat terhadap BSI OTO.

Diketahui, sepanjang 2025 kinerja pembiayaan kendaraan BSI tercatat tumbuh sekitar 19 persen secara tahunan (yoy) dengan total pembiayaan mencapai Rp6,41 triliun dengan kualitas pembiayaan sehat. 

“Peningkatan ini mengalami lonjakan terutama di daerah-daerah dengan mobilitas tinggi dan padat industri seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya dan Makassar,” imbuhnya.

Baca juga: Pembiayaan Berkelanjutan BSI Naik 11,20 Persen Jadi Rp73,9 Triliun di 2025

Kinerja solid pembiayaan kendaraan di BSI didorong atas strategi pembiayaan tepat sasaran dan manajemen risiko yang baik. 

Selain itu, pembiayaan BSI OTO juga bekerja sama dengan Mandiri Utama Finance (MUF) Syariah dalam melakukan proses pembiayaan. 

Hal itu dilakukan BSI guna mempercepat proses pembiayaan, karena MUF Syariah sendiri berfokus pada pembiayaan kendaraan baik mobil baru, mobil bekas dan motor baru. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Transaksi Bank Emas 33,7 Ton, Laba Pegadaian Naik 42,6 Persen di 2025

Poin Penting Laba Pegadaian 2025 melonjak 42,6% menjadi Rp8,34 triliun, ditopang pertumbuhan aset 47,8% dan… Read More

39 mins ago

IMF Usul RI Naikkan Pajak Karyawan, Begini Kata Menkeu Purbaya

Poin Penting IMF mensimulasikan kenaikan bertahap PPh 21 karyawan untuk mendukung peningkatan investasi publik dan… Read More

49 mins ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Belum Ada Figur yang Kompeten

Poin Penting Sudah ada sejumlah pendaftar calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun… Read More

57 mins ago

Jurus Bank Jambi Perkuat Sistem Keamanan Siber

Poin Penting Bank Jambi meningkatkan sistem TI dan pengawasan transaksi sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan… Read More

2 hours ago

Purbaya Pastikan THR ASN, TNI dan Polri Cair di Pekan Pertama Ramadan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya memastikan THR ASN, TNI, dan Polri cair awal Ramadan 2026… Read More

2 hours ago

IHSG Masih Mampu Ditutup Menguat 1 Persen Lebih ke Level 8.310

Poin Penting IHSG ditutup naik 1,19% ke level 8.310,22 pada perdagangan 18 Februari 2026, dengan… Read More

4 hours ago