Poin Penting
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI memproyeksikan pembiayaan kendaraan mampu tumbuh double digit sekira 10-15 persen menjelang Ramadan.
“Menjelang Ramadan, rata-rata kebutuhan pembiayaan kendaraan di BSI biasanya mengalami kenaikan sekitar 10-15 persen,” ujar Kemas Erwan Husainy, Direktur Retail Banking BSI dalam keterangan resminya dikutip 18 Februari 2026.
Kata Kemas, keyakinan tersebut didukung dengan berbagai stimulus pemerintah terkait dengan keringanan subsidi kendaraan listrik, minat masyarakat terhadap pembiayaan syariah, serta berbagai promo dan program menarik dari BSI.
Baca juga: BSI Bidik 300 Ribu Nasabah Ultramikro usai Gandeng PNM
Kemas melanjutkan, BSI menyediakan produk pembiayaan kendaraan berbasis prinsip syariah dengan cicilan tetap dan jangka waktu fleksibel sesuai kebutuhan nasabah.
“BSI menyediakan produk pembiayaan kendaraan berbasis prinsip syariah dengan cicilan tetap dan jangka waktu fleksibel sesuai kebutuhan nasabah,” kata Erwan.
Selain itu, proses pengajuan pembiayaan yang semakin mudah melalui jaringan kantor cabang dan layanan digital superapps BYOND by BSI turut mendorong minat masyarakat terhadap BSI OTO.
Diketahui, sepanjang 2025 kinerja pembiayaan kendaraan BSI tercatat tumbuh sekitar 19 persen secara tahunan (yoy) dengan total pembiayaan mencapai Rp6,41 triliun dengan kualitas pembiayaan sehat.
“Peningkatan ini mengalami lonjakan terutama di daerah-daerah dengan mobilitas tinggi dan padat industri seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya dan Makassar,” imbuhnya.
Baca juga: Pembiayaan Berkelanjutan BSI Naik 11,20 Persen Jadi Rp73,9 Triliun di 2025
Kinerja solid pembiayaan kendaraan di BSI didorong atas strategi pembiayaan tepat sasaran dan manajemen risiko yang baik.
Selain itu, pembiayaan BSI OTO juga bekerja sama dengan Mandiri Utama Finance (MUF) Syariah dalam melakukan proses pembiayaan.
Hal itu dilakukan BSI guna mempercepat proses pembiayaan, karena MUF Syariah sendiri berfokus pada pembiayaan kendaraan baik mobil baru, mobil bekas dan motor baru. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More