Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Istimewa)
Jakarta– Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini (22/10) diprediksi masih akan terus menunjukan penguatannya seiring dengan optimisme pasar terhadap nama-nama calon menteri Pemerintahan Jilid dua Presiden Jokowi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra ketika dihubungi oleh infobanknews di Jakarta. Dirinya menjelaskan, kabinet baru nanti dipastikan telah merangkul partai Gerindra sehingga diharapkan kebijakan pemerintah ke depan mendapat dukungan dari DPR.
“Selain itu beberapa profesional muda yang diajak Jokowi masuk kabinet juga bisa memberikan angin segar dan terobosan kebijakan untuk membantu pemerintah mencapai target yang ditetapkan,” jelas Ariston di Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019.
Selain itu, disisi global berlanjutnya pembicaraan setelah kesepakatan perang dagang antara AS dan China diharap semakin memberikan sinyal positif kepada investor. Ke depan diharapkan kondisi perang dagang akan semakin mereda.
“Semalam Trump mengatakan bahwa Tiongkok memberikan sinyal pembicaraan dagang akan dilanjutkan dengan target penandatanganan perjanjian di bulan November,” paparnya.
Oleh karena itu menurutnya Rupiah berpotensi menguat ke arah area support Rp14.000/US$ dengan potensi resisten di kisaran Rp14.150/US$.
Sebagai informasi, pada pembukaan perdagangan hari ini (22/10) Kurs Rupiah berada di level Rp14.060/US$ posisi tersebut menguat bila dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin (21/10) yang masih berada di level Rp14.075/US$.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (22/10) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.058/ US$ terus menguat dari posisi Rp14.132/US$ pada perdagangan kemarin (21/10). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More