Poin Penting
- PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) rencanakan buyback saham senilai Rp200 miliar, menunggu persetujuan RUPS.
- Buyback maksimal 5% saham dengan harga hingga Rp850 per lembar, berlangsung 12 bulan.
- Kinerja 2025 solid, laba bersih naik 48% dan pendapatan tumbuh 31% yoy.
Jakarta – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp200 miliar sebagai langkah strategis memperkuat kepercayaan pasar.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, rencana buyback saham ini akan terlebih dahulu diajukan untuk memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan akan digelar pada 29 Mei 2026 mendatang.
Jika disetujui, periode buyback akan berlangsung selama 12 bulan, terhitung sejak 1 Juni 2026 hingga 29 Mei 2027. Dalam menjalankan transaksi ini melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan telah menunjuk Mandiri Sekuritas untuk bertindak sebagai perantara pedagang efek di pasar reguler.
Baca juga: JTPE Targetkan Penjualan Tumbuh Dua Digit pada 2026, Ini Strateginya
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, menyatakan bahwa, aksi korporasi buyback saham ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat keyakinan pasar terhadap nilai intrinsik Perseroan, sejalan dengan capaian kinerja yang solid sepanjang tahun lalu.
“Dalam aksi korporasi ini, jumlah saham yang direncanakan untuk dibeli kembali adalah sebanyak-banyaknya 339.716.500 lembar saham atau maksimal 5 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh, setelah dikurangi dengan saham treasuri yang telah dimiliki Perseroan dari hasil buyback saham sebelumnya,” ucap Allan dalam keterangan resmi, Jumat, 24 April 2026.
Lebih lanjut, untuk memastikan efektivitas pelaksanaannya, JTPE menetapkan harga pembelian kembali paling tinggi senilai Rp850 per lembar saham.
Didukung Kinerja Keuangan Solid
Seluruh pendanaan untuk program ini bersumber sepenuhnya dari kas internal Perseroan. Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana tersebut telah diperhitungkan secara matang sehingga tidak akan memberikan dampak negatif material terhadap likuiditas maupun kelancaran kegiatan operasional.
Adapun di sepanjang 2025, JTPE berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 31 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp2,78 triliun.
Baca juga: Emiten JTPE Catat Penjualan Rp1,26 Triliun di Q3 2025, Ini Penopangnya
Sejalan dengan itu, JTPE memperolah laba bersih Rp375,06 miliar atau naik 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan kinerja Perseroan yang tangguh sepanjang tahun, hasil dari implementasi strategi yang tepat sasaran. (*)
Editor: Yulian Saputra




