Januari 2026, Premi Asuransi Komersial Tembus Rp36,38 Triliun

Januari 2026, Premi Asuransi Komersial Tembus Rp36,38 Triliun

Poin Penting

  • Premi asuransi komersial Januari 2026 mencapai Rp36,98 triliun, tumbuh 4,78% yoy, ditopang lonjakan asuransi umum dan reasuransi 17,92%.
  • Permodalan industri tetap kuat, dengan RBC asuransi jiwa 478,06% dan asuransi umum/reasuransi 323,47%.
  • Dana pensiun dan asuransi non-komersial ikut tumbuh, aset dana pensiun naik 11,21% yoy menjadi Rp1.686,11 triliun.

Jakarta – Industri asuransi komersial, meliputi asuransi umum dan asuransi jiwa, mengalami pertumbuhan positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi industri asuransi komersial pada Januari 2026 sudah menyentuh Rp36,98 triliun.

Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, merangkap Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK, menjelaskan pertumbuhan tersebut ditopang kinerja asuransi umum dan reasuransi.

“Terdiri dari premi asuransi jiwa yang masih terkontaksi sebesar 6,15 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp17,97 triliun dan premi asuransi umum dan reasuransi yang tumbuh sebesar 17,92 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp18,49 triliun,” jelasnya di acara Rapat DK OJK pada Selasa, 3 Maret 2026.

Baca juga: AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Ogi menambahkan, kondisi permodalan industri tetap terjaga. Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa tercatat sebesar 478,06 persen, sementara asuransi umum dan reasuransi sebesar 323,47 persen. Angka tersebut jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan regulator.

Ogi menambahkan, kondisi permodalan industri asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi terjaga dengan baik. Hal ini tecermin dari risk base capital (RBC) dari asuransi jiwa sebesar 478,06 persen. Sementara, asuransi umum dan reasuransi mencatat RBC 323,47 persen.

Asuransi Non-Komersial dan Dana Pensiun

Tak hanya asuransi komersial, asuransi non-komersial, terdiri dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan serta program asuransi ASN, TNI, dan Polri, juga mengalami peningkatan cukup baik.

Meskipun aset turun 0,42 persen (yoy) jadi Rp219,63 triliun, premi asuransi non-komersial meningkat 6,48 persen (yoy) ke angka Rp15,22 triliun.

“Di sisi industri dana pensiun, total aset per Januari 2026 tumbuh sebesar 11,21 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp1,686,11 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,62 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp412,29 triliun,” tambahnya.

Baca juga: Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Sementara total aset dari program pensiun secara keseluruhan mencapai Rp1,273,82 triliun atau tumbuh sebesar 12,42 persen (yoy).

Adapun perusahaan penjaminan mencatat pertumbuhan aset 1,96 persen (yoy) menjadi Rp47,51 triliun pada periode yang sama. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Related Posts

News Update

Netizen +62