Poin Penting
Jakarta – PT Bank Aladin Syariah Tbk menggandeng Financial Planner Ayu Sara Herlia untuk memperkuat literasi keuangan di ekosistem Alfa Group.
Lewat kelas edukasi finansial “Mindset Uang & THR”, karyawan Lawson (Alfa Group) diajak untuk lebih cermat dan bijak mengelola Tunjangan Hari Raya (THR).
Ayu Sara membagikan sejumlah tips praktis agar THR tidak langsung habis sebelum lebaran. Menurutnya, ada tiga prinsip utama dalam mengelola THR. Pertama, mengubah cara pandang terhadap THR. Jangan menganggap THR sebagai “bonus”. Tempatkan THR sebagai dana tujuan khusus. Rencanakan penggunaannya sejak awal.
Kedua, memprioritaskan kebutuhan utama seperti zakat, biaya mudik, dan kebutuhan keluarga.
“Sebelum mengalokasikan dana untuk keinginan konsumtif,” jelas Ayu Sara dikutip 14 Maret 2026.
Baca juga: Jangan Boros! Ini Tips Mengelola THR agar Lebih Bermanfaat
Ketiga, Ayu Sara menegaskan perlunya membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan tekanan sosial yang sering muncul menjelang Lebaran. Sebagian masyarakat kadang masih belum bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan.
“Seperti membeli barang baru atau mengikuti tren demi gengsi,” tegasnya.
Para karyawan Lawson yang menjadi peserta kelas edukasi ini juga diajak untuk melakukan simulasi sederhana pembagian THR. Caranya dengan mengalokasikan dana untuk kebutuhan hari raya, kebutuhan esensial, serta menyisihkan untuk tabungan atau dana darurat. Alokasi ke pos-pos itu akan akan membuat kondisi keuangan tetap sehat setelah Lebaran.
Sementara, Head of Marketing & Growth Bank Aladin Syariah, Dwiyoga Kartiko Utomo, mengatakan, literasi keuangan memang menjadi bagian penting dalam memperkuat inklusi keuangan digital. Bank Aladin Syariah meyakini, akses terhadap layanan keuangan harus diiringi dengan pemahaman yang memadai.
“Momentum Ramadan dan pencairan THR menjadi waktu yang tepat untuk mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak. Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya memiliki rekening digital, tetapi juga memiliki perencanaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” terangnya.
Baca juga: Tips Manfaatkan THR untuk Investasi Emas, Bisa Mulai dari Nominal Kecil
Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan memang masih menjadi tantangan bagi pelaku industri sektor jasa keuangan. Apalagi di tengah semakin luasnya akses layanan keuangan, termasuk melalui platform digital.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen. Sedangkan tingkat inklusi keuangan telah mencapai 92,74 persen. Ini menunjukkan masih adanya kesenjangan akses terhadap layanan keuangan dengan tingkat pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More