Ilustrasi: Pengajuan klaim asuransi kendaraan bermotor. (Foto: istimewa)
Jakarta – Saat membeli kendaraan, kenyaman menjadi satu pertimbangan penting. Namun, perlindungan atas kendaraan yang dibeli juga menjadi aspek yang wajib diperhatikan.
Pasalnya, kita tidak pernah tahu kondisi yang akan dihadapi di jalan. Lantas, bagaimana cara memilih asuransi kendaraan yang tepat? Simak beberapa tips berikut.
Senior EVP of Sales PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance), Budiman Santoso mengatakan, langkah pertama dalam memilih asuransi kendaraan adalah memastikan perusahaan asuransi umum yang dipilih memiliki legalitas resmi dan menyediakan perlindungan kendaraan.
“Semakin lama perusahaan beroperasi, didukung jaringan grup perusahaan yang kuat serta kondisi keuangan yang sehat, semakin bagus rekam jejak perusahaan asuransi tersebut,” ujarnya, dikutip Minggu, 27 Agustus 2025.
Baca juga: 4 Tips Agar Tetap Sehat dan Bugar Selama Mudik Lebaran
Menurutnya, perusahaan asuransi yang baik harus terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Masyarakat disarankan untuk memeriksa legalitasnya langsung di situs resmi www.ojk.go.id.
Selain itu, penting juga menelusuri rekam jejak dan kondisi keuangan perusahaan, baik melalui situs resmi, ulasan media, maupun testimoni pelanggan di internet.
Budiman menjelaskan, ada dua jenis asuransi kendaraan yang umum ditawarkan, yakni Total Loss Only (TLO) dan komprehensif.
TLO memberikan perlindungan jika kendaraan mengalami kerusakan berat dengan biaya perbaikan mencapai atau melebihi 75 persen dari nilai pertanggungan, atau hilang karena pencurian.
Sementara itu, asuransi komprehensif menanggung hampir semua jenis risiko atau kerusakan, selama tidak termasuk dalam pengecualian polis.
“Catatan saja, pembelian kendaraan secara kredit wajib untuk mengambil skema asuransi komprehensif, dengan biaya premi yang lebih tinggi dibandingkan TLO karena beragam jenis perlindungan yang melekat pada skema ini,” jelasnya.
Baca juga: Alasan Pentingnya Punya Asuransi Mobil Listrik
Nasabah wajib meneliti isi polis dan memahami risiko-risiko apa saja yang ditanggung oleh perusahaan asuransi.
Proses klaim hanya akan diproses berdasarkan isi polis yang telah disepakati, bukan dari informasi lain seperti penawaran agen atau internet.
Perusahaan asuransi akan menganalisis kerusakan terlebih dahulu untuk menentukan apakah akan dilakukan penggantian penuh atau sebagian.
Setelah klaim disetujui, nasabah dapat menghubungi bengkel rekanan yang telah ditunjuk untuk proses perbaikan. Jumlah bengkel rekanan juga menjadi pertimbangan penting dalam memilih asuransi kendaraan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025, tumbuh 8,61 persen… Read More
Poin Penting Program GERAK Syariah 2026 berhasil menghimpun Rp6,83 triliun, naik 241,5 persen dibanding tahun… Read More
Poin Penting CACI memastikan likuiditas dan stabilitas transaksi tetap terjaga di tengah volatilitas pasar kripto.… Read More
Poin Penting PT Asuransi Jiwa Sequis Life mendorong masyarakat melakukan “reset finansial” pasca-Lebaran untuk memulihkan… Read More
Poin Penting BNI tetap menyediakan layanan perbankan selama libur Paskah 3 April 2026 melalui operasional… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Maybank Indonesia tumbuh 92,9% menjadi Rp8,24 triliun pada 2025. Sektor transportasi… Read More