Perbankan

Jaga Kualitas Kredit, Bank Banten Fokus Garap 2 Segmen Ini

Serang – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menegaskan ekspansi kredit akan dilakukan dengan sangat berhati-hati. Emiten berkode saham BEKS ini akan fokus menjaga kualitas kredit, dengan mengandalkan segmen-segmen berisiko rendah.

Direktur Operasional Bank Banten, Rodi Judo Dahono mengungkapkan, perseroan akan fokus menggarap segmen kredit konsumer kalangan aparatur sipil negara (ASN), terutama di lingkungan pemerintah daerah yang rekening kas umum daerah atau RKUD-nya sudah dikelola Bank Banten. Segmen ini berisiko rendah lantaran payroll ASN melalui BEKS.

“Sehingga tanpa agunan pun lebih safe. Kemudian kami akan fokus di kontraktor-kontraktor proyek yang didanai dari pemda (APBD),” ujar Rodi, dalam public expose usai RUPST Bank Banten di Serang, Kamis, 10 April 2025.

Baca juga: Mantap! Bank Banten Raih Laba Rp39,33 Miliar di 2024, Tumbuh 47,91 Persen

Ia melanjutkan, BEKS tidak ingin terjebak dalam pertumbuhan yang agresif, tapi kelak menimbulkan masalah dari sisi kualitas. Memperbaiki kualitas aset menjadi salah satu fokus Bank Banten. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross ditargetkan bisa ditekan di bawah 5 persen di akhir 2025.

Tahun lalu, NPL gross berada di level 7,53 persen. Meski masih relatif tinggi, sudah turun dibandingkan 9,36 persen di tahun sebelumnya. Sementara NPL net berhasil dijaga di level 1,98 persen.

Kelola RKUD

Kinerja bank ini diyakini akan semakin baik, dengan beberapa daerah yang mempercayakan pengelolaan RKUD. Saat ini, BEKS mengelola RKUD Pemprov Banten, Kabupaten Lebak, dan Kota Serang. Diharapkan 6 kota dan kabupaten lain di Banten, segera bergabung. Pengelolaan RKUD akan membuka akses Bank Banten ke ekosistem bisnis di lingkungan pemda.

Di kesempatan sama, Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan, saat ini beberapa daerah sedang berproses untuk memindahkan RKUD ke BEKS. Ada juga daerah yang sudah menjalin kerja sama lain, meski RKUD-nya belum dikelola Bank Banten. Kabupaten Tangerang, misalnya, menempatkan deposito dan mempercayakan payroll Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) ke Bank Banten.

“Gubernur Banten juga mendukung penuh Bank Banten,” ujarnya.

Baca juga: Kinerja Intermediasi Solid, Laba Bank Sultra Naik 3,66 Persen jadi Rp418,37 Miliar di 2024

Dalam RUPST Bank Banten, Gubernur Banten Andra Soni juga mendorong agar pengelolaan RKUD pemeritah kota dan kabupaten lain dilakukan Bank Banten secara bertahap. Hal ini dinilai penting bagi pengembangan Bank Banten agar lebih kuat dan setara dengan BPD-BPD lain.

“Bank Banten ini, sesuai dengan nama dan sejarahnya, wajib kita perjuangkan agar Provinsi Banten setara dengan provinsi lain. Maka potensi keuangan juga harus dikelola oleh Bank Banten,” tegas Andra. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

11 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

12 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

12 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

18 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

19 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago