Perbankan

J Trust Bank Penuhi Modal Inti Minimum Rp3 Triliun

Jakarta – J Trust Co., Ltd. selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bank J Trust Indonesia Tbk (J Trust Bank) telah melakukan penambahan setoran modal sebesar Rp360 miliar pada Selasa, 13 Desember 2022. Langkah ini telah mendapatkan persetujuan OJK pada tanggal yang sama sehingga dicatat sebagai dana setoran modal yang merupakan bagian dari komponen modal inti posisi 31 Desember 2022.

Dengan dilakukannya penambahan setoran modal ini, maka J Trust Bank telah memenuhi ketentuan modal inti minimum paling sedikit sebesar Rp3 triliun sebelum 31 Desember 2022. Sekadar informasi, per September 2022, J Trust Bank tercatat bermodal inti Rp2,76 triliun.

“Didukung struktur permodalan yang semakin kuat, kami optimis mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik di tahun depan serta mampu menghadapi tantangan dan ketidakpastian ke depannya,” ujar Ritsuo Fukadai, Direktur Utama J Trust Bank dikutip Rabu, 14 Desember 2022.

J Trust Bank adalah bank dengan pemegang saham mayoritas J Trust Co.,Ltd., yang merupakan salah satu grup finansial terkemuka di Jepang. Saat ini, J Trust Bank hadir dan melayani masyarakat melalui 42 cabang dan 49 buah ATM yang tersebar di 22 kota di seluruh Indonesia.

Didukung lebih dari 800 tenaga profesional, J Trust Bank berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan beragam produk serta memberikan pelayanan berkualitas, berstandar Jepang berlandaskan nilai-nilai “Super Integrity”; “Customer First”, “Displine and Resposible” and “Learning and Trying More”.

Di lain sisi, berdasarkan laporan keuangan triwulan III September 2022, J Trust Bank meraih laba bersih sebesar Rp85,06 miliar dibandingkan rugi bersih Rp337,94 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini terutama didorong oleh pertumbuhan kredit bruto sebesar 75,79% atau menjadi Rp17,61 triliun serta pertumbuhan simpanan nasabah sebesar 47,80% atau menjadi Rp23,57 triliun pada posisi September 2022 dibandingkan Desember 2021. (*) Ari Nugroho

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Mengapa Selat Hormuz Menjadi Variabel Penting dalam Perang Teluk?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior, Praktisi Perbankan, dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia PERANG… Read More

1 hour ago

Riset HID: 73 Persen Perusahaan Prioritaskan Manajemen Identitas di Tengah Ancaman Siber

Poin Penting Menurut riset HID 73 persen perusahaan global kini memprioritaskan manajemen identitas seiring meningkatnya… Read More

6 hours ago

Menguak Dugaan Kegagalan KAP dan Ketimpangan Penegakan Hukum dalam Skandal Kredit Sritex

Jakarta - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang terkait kasus kredit macet PT… Read More

8 hours ago

Top! Laba Bank Kalbar Februari 2026 Tumbuh 14,81 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi

Poin Penting Hingga Februari 2026, Bank Kalbar mencetak laba Rp98,71 miliar, naik 14,81 persen (yoy),… Read More

10 hours ago

Ikut Earth Hour 2026, BCA Pastikan Jaringan dan Layanan Perbankan Berjalan Normal

Poin Penting BCA berpartisipasi dalam Earth Hour 2026 dengan memadamkan lampu dan perangkat non-esensial selama… Read More

13 hours ago

Analis Elev8 Ungkap Anak Muda Punya Pandangan Baru Soal Sukses Finansial

Poin Penting Milenial dan Gen Z tidak lagi terpaku pada indikator tradisional seperti kepemilikan rumah,… Read More

18 hours ago