Ekonomi dan Bisnis

Izin Usaha 90 Juta Liter per Tahun Dukung Produksi Emiten Cap Tikus Hingga 89 kali

Jakarta – PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) yang hari ini telah resmi melantai di bursa telah mengantongi izin usaha industri mencapai 90 juta liter per tahun.

Presiden Direktur BEER, Audy Lieke, mengatakan bahwa dengan adanya izin tersebut dapat mendukung perusahaan untuk meningkatkan produksi hingga 89 kali.

“Ini sangat penting karena peluang kita ke depan masih sangat besar, saat ini kita memproduksi kurang lebih 800 – 1 juta liter per tahun,” ucap Audy dalam Konferensi Pers PT Jobubu Jarum Minahasa di Jakarta, Jumat, 6 Januari 2023.

Audy merincikan bahwa produksi tersebut dibagi menjadi tiga golongan, yaitu golongan A untuk minuman dengan kadar alkohol 0,1% – 5% sebanyak 45 juta liter per tahun, golongan B dan C dengan kadar alkohol sebesar masing-masing 22,5 juta liter per tahun.

“Ini merupakan ada keunikan lain lagi di perusahaan yaitu kita full spectrum, berarti kita bisa memproduksi seluruh golongan a,b, dan c,” imbuhnya.

Kemudian, ia juga optimis potensi pasar untuk produk lokal perusahaan masih tinggi, dimana produksi minuman beralkohol secara lokal yang diproduksi Indonesia saat ini baru mencapai 5%.

“Disini bisa kita lihat, sebenernya kalau kita mengembangkan kearifan lokal kita bangga dengan produksi bangsa sendiri potensinya sangat besar,” ujar Audy. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Danantara dan “Romantisme” Ekonomi Orde Baru, Rencana BUMN Tekstil Rp101 Triliun yang Salah Waktu

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PEMERINTAH telah mengumumkan rencana intervensi ekonomi terbesar… Read More

3 hours ago

HSBC dan ANA Kembali Gelar Travel Fair 2026, Simak Promo Penawarannya!

Poin Penting HSBC ANA Travel Fair 2026 digelar 22–25 Januari, menawarkan tiket murah dan promo… Read More

8 hours ago

LPS Klaim Suku Bunga Simpanan Bank dalam Tren Menurun

Poin Penting Suku bunga simpanan bank turun, SBP rupiah menjadi 3,14% dan SBP valas 2,79%… Read More

8 hours ago

Kemenkeu Gelontorkan Rp3.842,7 Triliun untuk Belanja 2026, Utamakan Sektor Ini

Poin Penting Belanja APBN 2026 Rp3.842,7 triliun, difokuskan ke sektor prioritas seperti pangan, energi, MBG,… Read More

8 hours ago

Kemenkeu PD Ekonomi RI Tumbuh 5,4 Persen Lebih di 2025 dan 2026, Ini Sebabnya

Poin Penting Kemenkeu optimistis ekonomi RI tumbuh di atas 5% pada 2025-2026, dengan proyeksi APBN… Read More

9 hours ago

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, CFO Jalankan Peran Strategis sebagai Navigator Perusahaan

Poin Penting Peran CFO semakin strategis sebagai navigator perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, risiko global,… Read More

9 hours ago