Surabaya–Isu adanya penarikan uang secara massal atau rush money di bantah oleh Bank Indonesia (BI). Pihaknya menegaskan, bahwa sejauh ini tidak ada aksi rush money besar-besaran yang dilakukan oleh nasabah perbankan.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, sejauh ini kondisi perbankan nasional masih sehat dan likuiditas pun terjaga. Melihat kondisi perbankan yang masih sehat itu, menunjukkan bahwa isu penarikan uang di perbankan tidaklah benar.
“Tidak-tidak, penarikan uang itu tidak ada isu, kita perbankannya sehat, likuditasnya baik,” ujar Agus di Surabaya, Jumat, 25 November 2016.
Adanya isu aksi rush money yang berkembang belakangan ini, dikhawatirkan akan berdampak pada pasar keuangan nasional yakni pada laju kurs rupiah maupun IHSG. Namun demikian, tidak benarnya isu rush tersebut membuat laju rupiah pada akhir pekan ini ditutup menguat. (Selanjutnya: Rupiah menguat)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More