Surabaya–Isu adanya penarikan uang secara massal atau rush money di bantah oleh Bank Indonesia (BI). Pihaknya menegaskan, bahwa sejauh ini tidak ada aksi rush money besar-besaran yang dilakukan oleh nasabah perbankan.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, sejauh ini kondisi perbankan nasional masih sehat dan likuiditas pun terjaga. Melihat kondisi perbankan yang masih sehat itu, menunjukkan bahwa isu penarikan uang di perbankan tidaklah benar.
“Tidak-tidak, penarikan uang itu tidak ada isu, kita perbankannya sehat, likuditasnya baik,” ujar Agus di Surabaya, Jumat, 25 November 2016.
Adanya isu aksi rush money yang berkembang belakangan ini, dikhawatirkan akan berdampak pada pasar keuangan nasional yakni pada laju kurs rupiah maupun IHSG. Namun demikian, tidak benarnya isu rush tersebut membuat laju rupiah pada akhir pekan ini ditutup menguat. (Selanjutnya: Rupiah menguat)
Page: 1 2
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More