Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK, I.B. Aditya Jayaantara (tengah). (Foto: Khoirifa)
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kinerja positif pasar modal syariah yang tecermin dari Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), yang tumbuh double digit sejak awal tahun hingga 8 Agustus 2025.
Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK, I.B. Aditya Jayaantara, menyebut, pertumbuhan ISSI naik 17,96 persen ke level 254,39. Posisi ISSI tersebut meningkat dari tahun 2024 yang berada di level 215,65.
“Terkait dengan pasar modal syariah, data-data juga menunjukkan hal yang sangat menggembirakan. Ini terkenal dari Indeks Syariah atau ISSI, per 8 Agustus ditutup pada level 254 poin atau meningkat 17,9 year-to-date-nya,” kata Aditya dalam Konferensi Pers HUT ke-48 Pasar Modal di Jakarta, Senin, 11 Agustus 2025.
Baca juga: DPR Dukung BPR Perkuat Pembiayaan UMKM, Minta OJK Longgarkan Aturan
Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar indeks saham syariah juga naik 24,33 persen menjadi Rp8.485,79 triliun, secara year-to-date (ytd) per 8 Agustus 2025.
Besaran kapitalisasi pasar indeks saham syariah itu naik dari posisi tahun 2024 yang tercatat Rp6.825,31 triliun.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar saham secara keseluruhan mencatatkan rekor baru pada tahun ini, mencapai Rp13.701 triliun pada 29 Juli 2025.
Baca juga: IHSG Sepekan Turun Tipis, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp13.555 Triliun
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pasar modal Indonesia berada di posisi Rp13,56 triliun, dengan volume transaksi harian sebesar 22 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,29 juta kali transaksi.
Berkat capaian tersebut, hingga 8 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik 6,41 persen secara ytd ke level 7.533,38 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.434 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More