ISSI Naik Hampir 18 Persen, Pasar Saham Syariah Catat Rekor Baru

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kinerja positif pasar modal syariah yang tecermin dari Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), yang tumbuh double digit sejak awal tahun hingga 8 Agustus 2025.

Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK, I.B. Aditya Jayaantara, menyebut, pertumbuhan ISSI naik 17,96 persen ke level 254,39. Posisi ISSI tersebut meningkat dari tahun 2024 yang berada di level 215,65.

“Terkait dengan pasar modal syariah, data-data juga menunjukkan hal yang sangat menggembirakan. Ini terkenal dari Indeks Syariah atau ISSI, per 8 Agustus ditutup pada level 254 poin atau meningkat 17,9 year-to-date-nya,” kata Aditya dalam Konferensi Pers HUT ke-48 Pasar Modal di Jakarta, Senin, 11 Agustus 2025.

Baca juga: DPR Dukung BPR Perkuat Pembiayaan UMKM, Minta OJK Longgarkan Aturan

Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar indeks saham syariah juga naik 24,33 persen menjadi Rp8.485,79 triliun, secara year-to-date (ytd) per 8 Agustus 2025.

Besaran kapitalisasi pasar indeks saham syariah itu naik dari posisi tahun 2024 yang tercatat Rp6.825,31 triliun.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar saham secara keseluruhan mencatatkan rekor baru pada tahun ini, mencapai Rp13.701 triliun pada 29 Juli 2025. 

Baca juga: IHSG Sepekan Turun Tipis, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp13.555 Triliun

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pasar modal Indonesia berada di posisi Rp13,56 triliun, dengan volume transaksi harian sebesar 22 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,29 juta kali transaksi. 

Berkat capaian tersebut, hingga 8 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik 6,41 persen secara ytd ke level 7.533,38 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.434 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

2 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

2 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

5 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

8 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

13 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

14 hours ago