Direktur Eksekutif Ipsos Indonesia, Andi Sukma,
Poin Penting
Jakarta - Direktur Eksekutif Ipsos Indonesia, Andi Sukma, menilai dompet digital (e-wallet) memiliki potensi besar untuk berkembang di industri jasa keuangan.
Namun, arah pengembangannya saat ini dinilai lebih realistis melalui kolaborasi lintas platform dibandingkan langsung bertransformasi menjadi super app finansial.
Menurutnya, dari berbagai diskusi dan kajian yang dilakukan pihaknya, peluang ekspansi e-wallet tetap terbuka, terutama dalam ekosistem yang terintegrasi dengan bank digital dan institusi keuangan lainnya.
“Kita melihat bahwa sebenarnya E-wallet itu punya potensi berkembang, tetapi dalam konteks saat ini berkembangnya melalui kolaborasi,” ujar Andi, dalam Press Conference Virtual – Rilis Studi Ipsos Indonesia secara daring, Senin, 23 Februari 2026.
Baca juga: Masuk Persaingan Dompet Digital, Maxim Perkuat Maxim Wallet KasPro
Terkait wacana menjadikan e-wallet sebagai super app finansial, ia bilang hal tersebut masih memerlukan kajian lebih mendalam. Saat ini, faktor yang lebih mendesak adalah membangun integrasi dan konektivitas yang kuat antarplatform.
Andi menekankan dua kata kunci dalam pengembangan e-wallet ke depan, yakni integrasi dan kolaborasi. Tanpa keduanya, ekspansi fitur berisiko tidak berkelanjutan.
Ia mencontohkan, praktik kolaborasi yang telah berjalan di pasar, seperti integrasi layanan pembayaran dalam ekosistem e-commerce dan transportasi digital, termasuk yang dilakukan oleh Shopee dan GoPay.
Selain aspek teknologi, tantangan lain adalah memastikan sistem yang saling terhubung tetap memiliki integritas dan keamanan yang terjaga.
Baca juga: Menag Nasaruddin Lapor KPK soal Penggunaan Jet Pribadi OSO, Ini Alasannya
Terkait e-wallet yang dimiliki perbankan, Andi melihat prospeknya tetap terbuka, namun akan sangat bergantung pada strategi integrasi dengan layanan inti perbankan dan produk digital lainnya.
Menurut dia, bank memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur, regulasi, dan basis nasabah. Namun, untuk bersaing di ranah digital, bank perlu membangun pengalaman pengguna (user experience) yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
“Jadi Gen Z ini ke depannya kira-kira akan menjadi apa? kemudian ada the next generation Gen Alpha, kita harus ada identifikasi. Bahkan, kita sudah mulai bikin segmentasi para Gen Alpha. Jadi, kita harus melihat dua hal yakni membangun super apps atau membangun portofolio digital yang lebih tinggi,” bebernya.
Page: 1 2
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More
Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,50 persen ke level 8.396,08 pada Senin (23/2/2026), dengan 468 saham… Read More
Poin Penting KPK menyatakan Menag Nasaruddin Umar bebas sanksi pidana karena melaporkan dugaan gratifikasi jet… Read More
Poin Penting OJK Jambi awasi ketat tindak lanjut PT Bank Pembangunan Daerah Jambi pascagangguan ATM… Read More
Poin Penting Bank Mandiri mencatat kredit Rp1.511,4 triliun per Januari 2026, naik 15,62 persen yoy,… Read More