Jakarta–Investasi IT di industri perbankan kini menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindarkan. Hal ini seiring sangat cepatnya perkembangan teknologi di masyarakat.
Dengan demikian layanan yang diberikan bank kepada nasabah bisa ditingkatkan semakin baik pula. (Baca juga: Bank Mandiri Siap Bangun 20 Cabang di Malaysia)
Contohnya saja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri). Bank pelat merah satu ini tidak segan-segan menggelontorkan dana besar hanya untuk investasi di IT. Tidak tanggung-tanggung, Mandiri bisa menghabiskan dana hingga USD100 juta hingga USD120 juta pertahun.
Director of Digital Banking & Technology Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans mengatakan, jumlah tersebut banyak dihabiskan pihaknya ke development sistem, infrastruktur dan penambahan kapasitas. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Investasi IT kita bisa mencapai USD100-120 juta, kata Rico kepada infobank di acara Infobank Banking Forum yang bekerja sama dengan IBM kemarin di Jakarta, Kamis, 8 Desember 2016.
Dengan investasi ini diharapkannya kedepan layanan yang diberikan mandiri ke nasabah terus semakin baik. Mandiri pun, lanjutnya, tidak segan-segan selalu mengedukasi nasabahnya untuk selalu waspada dan hati-hati terhadap kejahatan di dunia maya.
Dengan sistem IT yang selalu di tingkatkan, dan edukasi nasabah yang berkelanjutan, tentunya hal tersebut bisa diminimalisir lebih baik lagi. “Untuk nasabah kita selalu mengedukasi terkait pentingnya keamanan,” tutupnya. (*) Dwitya Putra
(Baca juga: Bank Mandiri Bikin Laba Rp12 Triliun di Kuartal III-2016)
Editor: Paulus Yoga




