Poin Penting
Jakarta – Industri asuransi jiwa terus memperkuat fondasi keuangannya melalui strategi investasi yang semakin terdiversifikasi. Sepanjang 2025, total investasi industri tercatat meningkat signifikan, dengan porsi terbesar masih ditempatkan pada instrumen surat utang pemerintah.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan total investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp590,54 triliun pada 2025.
Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI, Harsya Wardhana Prasetyo mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan komitmen industri dalam mengelola dana secara prudent sekaligus menjaga ketahanan keuangan perusahaan.
Baca juga: Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025
“Total investasi industri asuransi jiwa pada 2025 mencapai Rp590,54 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp541,55 triliun,” ucapnya dalam acara Konferesi Pers Kinerja Full Year 2025 di Grha AAJI, Jumat (13/3).
Dari sisi komposisi portofolio, kata Harsya, Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi instrumen utama penempatan dana industri. Nilai investasi pada SBN mencapai Rp248,25 triliun atau sekitar 42 persen dari total investasi.
Selain SBN, dana industri juga ditempatkan pada berbagai instrumen pasar modal. Investasi pada saham tercatat sebesar Rp128,72 triliun, diikuti reksa dana Rp74,07 triliun, sukuk korporasi Rp53,45 triliun, serta deposito sebesar Rp31,95 triliun.
Menurut Harsya, stabilitas pasar obligasi pemerintah dan membaiknya kinerja pasar saham domestik pada kuartal IV 2025 memberikan kontribusi positif terhadap kinerja investasi industri.
Baca juga: Total Pendapatan Asuransi Jiwa 2025 Capai Rp238,71 Triliun, Tumbuh 9,3 Persen
“Stabilitas pasar obligasi pemerintah serta perbaikan kinerja pasar saham domestik pada kuartal IV 2025 turut memberikan kontribusi positif terhadap portofolio investasi perusahaan asuransi jiwa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa karakteristik bisnis asuransi jiwa yang berorientasi jangka panjang membuat instrumen seperti SBN, saham, dan reksa dana menjadi pilihan utama dalam strategi pengelolaan investasi.
“Dengan karakteristik investasi jangka panjang yang dimiliki industri asuransi jiwa, kondisi tersebut turut mendukung penguatan kinerja investasi sekaligus menjaga kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis,” kata Harsya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More
Poin Penting Harris Hotel & Convention Serpong resmi dibuka, menjadi hotel ketiga brand Harris milik… Read More