Di tanah air, saat ini ada empat switching lokal. Selain JPN sebagai pengelola jaringan Link, ada Artajasa Pembayaran Elektronis yang mengelola jaringan ATM Bersama, Rintis Sejahtera yang mengoperasikan jaringan ATM Prima, dan Daya Network Lestari dengan jaringan ATM Alto.
Tantangan lain, lanjut Aries adalah kenyataan sudah banyaknya bank di Indonesia yang menggandeng prinsipal asing untuk penerbitan kartu kredit dan debit berlogo internasional. “Kemudian ini ditransaksikan ke EDC lokal. Swipe. Itu belum tentu jalan juga,” tuturnya.
Belum lagi arah perkembangan teknologi yang semakin memudahkan transaksi pembayaran secara digital, di mana nasabah bisa bertransaksi menggunakan gawainya. Pun dengan menjamurnya situs belanja daring yang mewadahi transaksi pembayaran secara digital ini.
Lalu tantangan yang paling utama adalah dalam mengakomodasi kepentingan bantuan sosial (bansos) sesuai dengan program pemerintah yang menginginkan penyalurannya secara nontunai. “Tolong bansos juga dipikirkan. Benar atau enggak NPG ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bansos,” tegas Aries. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting Pengguna MADINA naik 13% menjadi lebih dari 13.700, dengan frekuensi transaksi mencapai 2… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting PKSS menargetkan pertumbuhan dengan memperluas pasar di luar BRI Group, membidik total 360… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More