Jakarta–PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengumumkan telah menandatangani penjualan seluruh kepemilikan saham mereka atas WOM Finance. Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat atau Conditional Shares Purchase Agreement ini dilaksanakan dengan PT Reliance Capital Management selaku pembeli di Jakarta, Rabu (11/1/2017).
Saham yang dijual sebesar 68,55% yang mereka miliki sejak 2004 lalu dan dibeli dengan harga Rp400 miliar atas nama PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk.
Dalam rilis yang diterima Infobank, Maybank Indonesia menekankan pihaknya dan RCM tidak memiliki hubungan afiliasi apapun dan menaati syarat penjualan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar modal. Oleh karenanya, Pengalihan Saham ini tidak termasuk dalam transaksi afiliasi ataupun transaksi yang memiliki benturan kepentingan berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
RCM merupakan suatu perseroan terbatas yang memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa keuangan, mencakup investasi berupa sekuritas dan manajemen aset, proteksi di bidang asuransi umum, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi berbasis syariah. Adapula jasa pembiayaan semisal multifinance, perbankan, dan modal ventura. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Sementara itu WOM Finance tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai penyedia pembiayaan untuk sepeda motor, baik baru maupun bekas, dengan mayoritas pembiayaan konsumen diberikan untuk sepeda motor merk Jepang.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan tujuan penjualan saham ini sebagai strategi memaksimalkan alokasi modal. “Pengalihan Saham ini merupakan salah satu inisiatif stratejik Maybank Indonesia untuk memaksimalkan pengalokasian modal dan streamlining segmentasi nasabah sehingga secara keseluruhan akan berkontribusi pada optimalisasi sumber daya Maybank Indonesia yang lebih efisien,” kata Taswin.
(Baca juga: Maybank Indonesia Cetak Laba Rp1,3 Triliun)
Pengalihan Saham ini menurut petinggi Maybank Indonesia tidak akan memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha mereka di Indonesia. Apalagi setelah Pengalihan saham dilaksanakan, tidak ada satupun direksi, megang saham utama Maybank Indonesia, atau perorangan yang berkaitan dengan direksi, memiliki kepentingan baik langsung maupun tidak dalam Pengalihan Saham ini. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Perampungan pengalihan saham ini diperkirakan akan terjadi pada kuartal pertama tahun 2017, setelah seluruh syarat yang tertera pada CSPA dipenuhi oleh Maybank Indonesia dan RCM.
Maybank Indonesia mengambil alih saham perusahaan WOM Finance pada 16 September 2004 seharga Rp493 per saham atau total Rp400 miliar. Secara keseluruhan pada November 2016, Maybank Indonesia mencetak laba bersih sebesar Rp1,42 atau naik 279% dibandingkan perolehan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain laba, aset perseroan juga tumbuh 4,12% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp151,91 triliun pada November 2016. Meski tipis, kredit perseroan juga tumbuh 1,49% yoy menjadi Rp105,11 triliun per November 2016. Kendati demikian, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Maybank Indonesia turun 3,45% yoy menjadi Rp104,28 triliun. (*) Akhmad Dani
(Baca juga: Bank Bakal Kena “Palak” Lagi)




