Jakarta–Industri perbankan belum lama ini dihebohkan dengan kasus pembobolan dana nasabah di salah satu bank milik pemerintah atau BUMN, yang nilainya hingga mencapai Rp255 miliar.
Melihat hal itu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengaku punya strategi jitu dalam mengantisipasi potensi terjadinya fraud.
Baca juga: OJK Pastikan Perbankan Cukup Kuat Hindari Fraud
Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni menuturkan, ada empat pilar yang diandalkan BNI untuk mencegah terjadinya fraud. Pertama Pencegahan, kedua Deteksi, ketiga Investigasi dan keempat Pemantauan.
“Khusus untuk pencegahan, kita selalu memberi sosialisasi kepada nasabah untuk menghindari terkena segala bentuk penipuan. Selain itu kita juga melakukan pemantauan dengan mengecek rutin ATM,” kata Baiquni, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More