Jakarta–Bank Indonesia (BI) terus mengantisipasi berbagai risiko global yang dapat mengganggu sistem keuangan nasional. Salah satu strategi bank sentral untuk mengantisipasi ketidakpastian global yakni memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, meski perekonomian nasional mulai membaik, namun sejumlah tantangan yang dipicu dari ketidakpastian global masih akan menghampiri Indonesia. Menurutnya ada beberapa strategi untuk mengantisipasi ketidakpastian global.
Pertama, kata dia, yakni dengan memperkuat dan memperluas pengawasan makroprundensial untuk mengidentifikasi sumber tekanan secara dini. Kedua, melakukan identifikasi dan pemantauan risiko sistemik dengan menggunakan balance of system risk.
Strategi ketiga yakni memperkuat menajemen krisis dengan indikator sistem keuangan dan hasil pengawasan sistem keuangan. Kemudian, keempat, mendukung upaya pendalaman pasar keuangan untuk memperkuat sistem keuangan terhadap guncangan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More