Keuangan

Ini Fokus OJK untuk Dukung Pertumbuhan Aset Industri Dana Pensiun

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset industri dana pensiun per Februari 2025 tumbuh sebesar 6,83 persen menjadi Rp1.511,71 triliun. Namun, jika dibandingkan dengan posisi pada 2024 yang sebesar Rp1.508,21 triliun, pertumbuhan tersebut tergolong tipis.

Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila, menilai target pertumbuhan aset dana pensiun sebesar 9–11 persen di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini cenderung tidak realistis.

Meski demikian, menurut Iwan, OJK kini lebih fokus mendorong tata kelola industri dana pensiun yang lebih baik, daripada merevisi target pertumbuhan aset.

“Jadi tata kelolaan yang baik, berapapun hasilnya sebenarnya kalau tata kelolaan yang baik, dia akan memastikan bahwa kewajibannya bisa dipenuhi. Yang kita nggak mau itu kan adalah kita hanya mengejar target, tapi akhirnya kewajibannya nggak dipenuhi karena investasinya jadi asal-asalan,” ujar Iwan kepada media di Jakarta, Kamis, 24 April 2025.

Baca juga: OJK Tengah Susun RPOJK Penguatan UMKM, Ini Kisi-kisinya

Iwan menjelaskan bahwa masih banyak industri dana pensiun yang kurang berhati-hati dalam mengelola kontribusi maupun manfaat kepada internal perusahaan. Hal ini berpotensi menambah beban kewajiban dana pensiun.

“Contoh lain misalnya, direksi karena baru bergabung dengan perusahaan, kemudian menaikkan gaji. Dia pikir gaji sekarang kan? Dia nggak mikir bahwa dana pensiun juga harus naik dan kalau dia concern, harusnya begitu naikin gaji sekarang, iuran ini tambah dong. Nah yang begini-begini itu kadang-kadang tidak terlalu diperhatiin,” katanya.

Oleh karena itu, OJK terus mendorong pengurus dana pensiun untuk memahami kelolaan dana dengan lebih baik, serta mengingatkan pemberi kerja atau pendiri agar berhati-hati dalam pengelolaannya.

“Jadi kami mendorong pengurus dana pensiun itu, karena dia yang paham dana pensiunnya, dia bisa remind pemberi kerjanya, bisa remind pendirinya. Nah ini kalau ini jalan, harapannya industri bisa makin kuat dan pertumbuhannya bisa bagus. Kira-kira begitu,” imbuh Iwan.

Dorongan Penguatan Ekosistem dan Infrastruktur Dana Pensiun

Lebih lanjut, OJK mendorong terciptanya ekosistem dana pensiun yang lebih kuat. Salah satunya melalui peningkatan pemahaman terhadap faktor-faktor utama yang memengaruhi penerimaan, akumulasi, dan pengeluaran, serta pemahaman dinamis atas perilaku kewajiban, bukan sekadar aspek administratif seperti bunga aktuaria, hasil investasi, atau Rencana Kerja Dana Pensiun (RKD).

Baca juga: Begini Cara OJK Dorong Industri Dana Pensiun Lewat Kebijakan Investasi

Di samping itu, OJK juga mendukung penyusunan kebijakan investasi yang memadai untuk mengoptimalkan akumulasi dana sesuai durasi kewajiban, dengan mempertimbangkan kualitas aset dan likuiditas.

Selain itu, dukungan diberikan untuk melakukan asesmen kebutuhan distributor dalam meningkatkan penetrasi peserta dana pensiun lembaga keuangan (DPLK), serta untuk ketersediaan ahli investasi, keuangan, dan aktuaria.

OJK juga menekankan pentingnya infrastruktur teknologi informasi dan digital, termasuk database peserta, guna mendukung operasional dan sistem portability yang efisien. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

12 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

13 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

14 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

19 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

20 hours ago