Jakarta – Sejak Rabu, 21 Desember 2023, Daihatsu, anak perusahaan Toyota, mengumumkan melakukan penghentian semua pengiriman kendaraan baik dalam negeri maupun di luar negeri.
Penghentian distribusi ini merupakan buntut dari hasil investigasi skandal tes keselamatan. Perusahaan menemukan 174 pelanggaran, termasuk kesalahan penyajian hasil tes dan perusakan kendaraan.
Dari kasus ini, 64 model serta tiga mesin terkena dampaknya di pasar global. Ada yang sedang dijual, ada pula yang sudah didiskontinyu. Termasuk di dalamnya adalah 22 model plus satu mesin bermerek Toyota.
Temuan ini membuat Presiden Daihatsu Soichiro Okudaira belum lama ini mengunjungi Kementerian Transportasi di Tokyo, Jepang, untuk melaporkan temuan panel independen.
Baca juga: Mobil Listrik Seres E1 Mulai Diproduksi di RI, Harganya Cuma Rp100 jutaan
Sekadar informasi, menurut data Toyota, Daihatsu telah memproduksi lebih dari satu juta kendaraan selama 10 bulan pertama tahun ini.
Hampir 40 persen di antaranya diproduksi di luar negeri. Daihatsu menjual sekitar 660 ribu kendaraan di seluruh dunia selama periode tersebut.
Perusahaan menyumbang 7 persen dari penjualan Toyota, produsen otomotif terbesar Negeri Sakura.
“Kami ingin memohon permintaan maaf yang tulus atas ketidaknyamanan ini maupun atas kekhawatiran yang timbul dari semua pemangku kepentingan, termasuk para konsumen,” tulis Toyota Motor Corporation (TMC) dalam pernyataan pers dikutip 25 Desember 2023.
Dalam lampiran dari keterangan resmi TMC, sedikitnya terdapat enam produk Daihatsu dan Toyota Indonesia yang diproduksi hingga 20 Desember 2023.
Dari daftar tersebut ada produk kembar Daihatsu Ayla-Toyota Agya, Toyota Rush, Raize, Avanza, Veloz, dan Yaris Cross.
Namun dari sisi distribusinya, tidak semua menyasar pada mobil yang dipasarkan di dalam negeri. Rata-rata, produk yang bermasalah adalah yang diekspor ke beberapa negara seperti Ekuador sampai Uruguay.
Baca juga: Tips Memilih Harga Mobil Bekas yang Ramah Di Dompet
1. Daihatsu Agya/Wigo (model yang dijual mulai Maret 2023; produsen ADM; region/negara terdampak Ekuador, Uruguay, Kamboja)
2. Toyota Rush (model yang dijual mulai Januari 2018; produsen ADM; negara terdampak Ekuador, Malaysia)
3. Toyota Avanza (model yang dijual mulai November 2021; produsen ADM; negara terdampak Indonesia, Meksiko, Cambodia, Thailand, Vietnam, Peru, Bolivia)
4. Toyota Raize (model yang dijual mulai April 2021; produsen ADM; negara terdampak Ekuador, Mexico)
5. Toyota Avanza (Model yang dijual November 2021; produsen TMMI; negara Indonesia, Meksiko, Kamboja, Thailand, Vietnam, Peru, dan Bolivia)
6. Toyota Veloz (model yang dijual mulai November 2021; produsen TMMIN; negara terdampak Indonesia, Malaysia, Kamboja, Meksiko, Thailand)
7. Toyota Yaris Cross (model yang dijual mulai Agustus 2023; produsen TMMIN; negara terdampak Kamboja, Chili, Uruguay). (*)
Jakarta - PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai Central Counterparty Pasar Uang dan Valuta… Read More
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui aplikasi wondr by BNI… Read More
Jakarta - Meski masuk jajaran negara G-20 atau negara dengan ekonomi terbesar, Indonesia rupanya masih… Read More
Jakarta – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) menolak rencana pemerintah menaikkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi… Read More
Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, Senin, 25 November 2024, ditutup… Read More
Jakarta - Universal BPR adalah contoh nyata bagaimana bisnis keluarga dapat berkembang dan beradaptasi dengan… Read More