“Kita akan fokus dukung pertumbuhan UMKM, merata di seluruh daerah. KUR (Kredit Usaha Rakyat) juga ke sektor yang lebih produktif, pertanian dan perikanan tapi bukan berarti lepas perdagangan,” paparnya.
(Baca juga: Survei Perbankan, Pertumbuhan Kredit 13,1% di 2017)
Terkait target pertumbuhan kredit yang lebih rendah dari realisasi tahun lalu, ia menekankan bahwa BNI tetap akan menyalurkan pembiayaan secara hati-hati. Selain itu, imbuh pria kelahiran tahun 1956 ini, nasabah-nasabah BNI yang kembali berbank dengan perseroan juga lebih banyak masuk pada tahun lalu.
“Kita harap (penyaluran kredit) akan menjadi lebih prudent lagi, sektor-sektor juga sesuai. Jadi NPL bisa lebih baik dari sebelumnya,” tukasnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Jakarta – Chief Investment Officer Allianz Indonesia Ni Made Daryanti memproyeksikan, sepanjang tahun 2025 masih… Read More
Jakarta - PT Helios Informatika Nusantara (Helios), perusahaan penyedia infrastruktur digital asal Indonesia, resmi ditunjuk… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai jalur negosiasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah… Read More
Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Otoritas Jasa Keuangan… Read More
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Jumat, 25 April 2025, kembali… Read More
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Delegasi dan Koordinator Perundingan atas Kebijakan Tarif… Read More