“Kita akan fokus dukung pertumbuhan UMKM, merata di seluruh daerah. KUR (Kredit Usaha Rakyat) juga ke sektor yang lebih produktif, pertanian dan perikanan tapi bukan berarti lepas perdagangan,” paparnya.
(Baca juga: Survei Perbankan, Pertumbuhan Kredit 13,1% di 2017)
Terkait target pertumbuhan kredit yang lebih rendah dari realisasi tahun lalu, ia menekankan bahwa BNI tetap akan menyalurkan pembiayaan secara hati-hati. Selain itu, imbuh pria kelahiran tahun 1956 ini, nasabah-nasabah BNI yang kembali berbank dengan perseroan juga lebih banyak masuk pada tahun lalu.
“Kita harap (penyaluran kredit) akan menjadi lebih prudent lagi, sektor-sektor juga sesuai. Jadi NPL bisa lebih baik dari sebelumnya,” tukasnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak naik pada 8 April 2026, melanjutkan rebound setelah… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 2,49 persen ke level 7.144,38 dari 6.971,02 pada awal perdagangan… Read More
Poin Penting Rupiah menguat 0,72 persen ke Rp16.981 per dolar AS pada pembukaan perdagangan, dari… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksi masih konsolidasi di kisaran 6.900–7.100, didukung sinyal teknikal (Stochastic RSI mendekati… Read More
Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More