Depok — Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo mengungkapkan, guna mencapai stabilitas perekonomian dan target inflasi pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk bersama-sama menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, pola-pola subdisi yang bersifat konsumtif juga akan dialihkan ke sektor produktif seperti sudah yang telah dilakukan oleh pemerintah.
“Sekarang kita tidak utamakan pertumbuhan tetapi kita alihkan strateginya menjadi stability of growth, di pemerintahan Jokowi, beliau hapus subsidi BBM dan juga bertahap hapus subsidi listrik dan lainnya. Nah kalau semua sudah diganti (subsidinya) ini sejalan dengan reformasi fiskal yang baik,” ungkap Agus dalam Orasi Ilmiah bertemakan ‘Bauran Kebijakan BI Menjaga Stabilitas Mendorong Pertumbuhan’ di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu 20 September 2017.
Dirinya menambahkan, pihaknya juga akan mendorong penerimaan dari ekspor yang tidak hanya berbasis komoditas. Selain itu bank sentral juga mendorong perbaikan penerimaan negara dari ekspor, di mana pemerintah akan berupaya segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur pendukung seperti galangan kapal, pelabuhan dan lainnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More
Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More