Depok — Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo mengungkapkan, guna mencapai stabilitas perekonomian dan target inflasi pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk bersama-sama menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, pola-pola subdisi yang bersifat konsumtif juga akan dialihkan ke sektor produktif seperti sudah yang telah dilakukan oleh pemerintah.
“Sekarang kita tidak utamakan pertumbuhan tetapi kita alihkan strateginya menjadi stability of growth, di pemerintahan Jokowi, beliau hapus subsidi BBM dan juga bertahap hapus subsidi listrik dan lainnya. Nah kalau semua sudah diganti (subsidinya) ini sejalan dengan reformasi fiskal yang baik,” ungkap Agus dalam Orasi Ilmiah bertemakan ‘Bauran Kebijakan BI Menjaga Stabilitas Mendorong Pertumbuhan’ di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu 20 September 2017.
Dirinya menambahkan, pihaknya juga akan mendorong penerimaan dari ekspor yang tidak hanya berbasis komoditas. Selain itu bank sentral juga mendorong perbaikan penerimaan negara dari ekspor, di mana pemerintah akan berupaya segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur pendukung seperti galangan kapal, pelabuhan dan lainnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More