Jakarta – Banyak perusahaan yang mulai mengajukan restrukturisasi kredit ditengah lesunya pasar akibat pandemi Covid-19. Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Institute mengungkapkan bahwa dalam pemberian restrukturisasi, ada 4 langkah yang perlu diperhatikan setiap perbankan. Pernyataan ini disampaikan pada online training Infobank Institute, di Jakarta, 20 Maret 2020.
Langkah-langkah tersebut adalah Identifikasi, Mitigasi, Ukur dan Tindak Lanjut. Pada langkah pertama, Eko menjelaskan bahwa perbankan perlu melakukan identifikasi dampak Covid-19 pada lingkungan perbankan yang bersangkutan. Kemudian, perbankan perlu melakukan mitigasi resiko kredit dan kecukupan likuiditas.
Ketiga, perbankan perlu melakukan stress test terhadap kecukupan modal dan likuiditas. Hal ini dapat dilakukan dengan dan analisis skenario terhadap kebutuhan dan ketersediaan modal ketika dihadapkan pada peningkatan risiko kredit.
Terakhir, perbankan perlu melakukan tindak lanjut dengan mengoptimalisasi pengelolaan portofolio. Hal ini dapat dilakukan dengan indentifikasi portofolio yang rentan terdampak covid-19 dan optimalisasi alokasi modal dan ketersediaan likuiditas.
Lebih jauh, Eko menjelaskan bahwa restrukturisasi kredit tak lepas dari tantangan dan kendala. Meskipun begitu, ia optimis sektor perbankan dapat melewati situasi pandemi ini.
“Situasi perbankan memang sedang mendung, tetapi bukan tak mungkin untuk dilewati. Intinya adalah identifikasi dan adaptasi perbankan pada “new normal” situasi pandemi ini,” tutupnya. (*) Evan Yulian Philaret
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More