Ilustrasi: Remitansi rupiah/istimewa
Jakarta–Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira angkat bicara mengenai rencana redenominasi rupiah yang digadang-gadang akan digulirkan ke dalam Program Legislatif Nasional (Prolegnas). Dirinya menilai, kebijakan tersebut harus dikaji dan dimatangkan terlebih dahulu karena dapat berdampak pada inflasi.
“Jadi pedagang bisa saja memanfaatkan redenominasi untuk membulatkan harga ke atas,” ungkapnya dalam keterangan resminya kepada Infobank Selasa, 18 Juli 2017.
Dirinya juga menyebut redenominasi bertujuan sangat baik dan dapat membuat sederhana nominal transaksi keuangan. Namun harus tetap dilihat kondisi perekonomian nasional terlebih dahulu. Bhima menilai pemerintah pada saat ini juga harus menjaga kondisi perekonomian nasional agar redenominasi berjalan dengan baik.
Baca juga: Menkeu Klaim Ekonomi RI Siap Terapkan Redenominasi
“Syarat redenominasi setidaknya ada tiga. Nilai tukar kurs stabil, inflasi bisa terkendali dan fundamental perekonomian harus dalam kondisi yang baik. Karena redenominasi juga membutuhkan persiapan dan sosialisasi yang lama,” jelasnya.
Dirinya juga mengimbau bagi para regulator maupun pemerintah jangan terlalu berlarut membahas hal redenominasi karena masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki dan dikerjakan.
“Saya pikir Pemerintah dan Bank Indonesia sebaiknya fokus dulu untuk memperbaiki kinerja perekonomian. Dan kondisinya daya beli sedang lemah, tekanan eksternal masih cukup besar, industri manufaktur masih tumbuh rendah. Selain itu masih banyak RUU yang lebih urgent dibandingkan redenominasi,” tutup Bhima. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta segera IPO karena dinilai dapat… Read More
Poin Penting PT Sinar Mas Multifinance resmi mengusung identitas baru SIMASFIN untuk menyatukan berbagai nama… Read More
Poin Penting ADRO menggunakan kurs tengah BI per 2 Januari 2026 sebesar Rp16.720 per dolar… Read More
Poin Penting Adira Finance akan menggelar RUPSLB pada 27 Januari 2026 dengan recording date 2… Read More
Poin Penting Emas tetap krusial bagi ketahanan ekonomi negara, berfungsi sebagai pelindung nilai dari inflasi,… Read More
Poin Penting Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai konflik geopolitik AS–Venezuela berpotensi mendorong kenaikan harga minyak… Read More