Ini 3 Pesan Penting Bos BI dari Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025
Page 2

Ini 3 Pesan Penting Bos BI dari Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025

Poin Penting

  • BI sampaikan tiga pesan utama LPI 2025, yaitu optimisme, komitmen, dan sinergi (OKS) sebagai fondasi penguatan ekonomi nasional.
  • Ekonomi RI diproyeksikan membaik, pertumbuhan 2026–2027 naik hingga titik tengah 5,3–5,5 persen, inflasi terjaga di 2,5±1 persen.
  • BI perkuat bauran kebijakan, sinergi fiskal-moneter, serta perluasan QRIS dan sistem pembayaran digital.

Jakarta - Bank Indonesia (BI) meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 bertema ‘Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekomomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan’. Laporan ini menjadi wujud transparansi kebijakan BI kepada publik.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, LPI 2025 memuat tiga pesan penting yang diringkas dalam akronim ‘OKS’, yakni optimisme, komitmen, dan sinergi.

Perry menjelaskan, pesan pertama adalah optimisme. Melalui LPI 2025, BI mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun keyakinan terhadap pros[ek ekonomi nasional.

Baca juga: Bos BI Peringatkan Pasar: Terus-terusan Wait and See akan ‘Ketinggalan Kereta’

Perry menyebutkan, setelah kinerja ekonomi yang baik pada 2025, perekonomian Indonesia pada 2026 dan 2027 diyakini akan lebih kuat. Pertumbuhan ekonomi 2025 diperkirakan berada di kisaran 4,7-5,5 persen.

Pada 2026, pertumbuhan diprakirakan meningkat menjadi 4,9-5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen, lalu naik lagi pada 2027 ke kisaran 5,1-5,9 persen dengan titik tengah 5,5 persen.

“Mari kita bangun optimisme ini, keyakinan itu yang akan membawa ekonomi kita akan lebih tinggi,” kata Perry dalam Peluncuran LPI 2025, Rabu, 28 Januari 2026.

Baca juga: Bos BI Optimistis Rupiah Bakal Kembali Menguat, Ini Alasannya

Lebih lanjut, inflasi juga diperkirakan 2,5±1% pada 2026 dan 2027. Perry menyatakan BI dan pemerintah berkomitmen memastikan inflasi tetap berada di target sasaran. Dari sisi perbankan, pertumbuhan kredit ditargetkan mencapai 8-12 persen pada 2026 dan 9-13 persen pada 2027.

BI juga akan memperluas digitalisasi sistem pembayaran bersama Asosiasi Sistem pembayaran Indonesia (ASPI) dengan target 17 miliar transaksi pada 2026. Sementara melalui QRIS ditargetkan mencapai 60 pengguna yang 45 juta diantaranya adalah UMKM.

“Dan QRIS akan kami perluas ke delapan negara, setelah Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea, India, dan juga dengan Saudi Arabia. Itulah mari, ‘O’ optimis, optimis, optimis, yakin bahwa 2026-2027 akan lebih baik,” ungkapnya.

Komitmen: Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Berkelanjutan

Pesan kedua adalah komitmen. Perry mengajak seluruh lembaga, dunia usaha, dan perbankan menjalankan peran masing-masing secara konsisten. Dalam hal ini, BI akan merumuskan kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui bauran kebijakan, baik moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, dan ekonomi kerakyatan.

“Kami akan pastikan stabilitas, khususnya nilai tukar. Kami akan bawa jaga stabilitas dan akan terus kami dorong untuk menguat rupiah kita,” tandasnya.

Related Posts

News Update

Netizen +62