Poin Penting
- Pemilihan Direksi BEI 2026–2030 dinilai OJK sebagai momentum strategis untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia.
- OJK menekankan penguatan integritas dan perlindungan investor, termasuk pengawasan perdagangan agar pasar tetap adil dan transparan.
- Pendalaman pasar dan ketahanan TI jadi fokus, melalui pengembangan produk, peningkatan likuiditas, basis investor, serta penguatan keamanan siber.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diketahui akan melakukan proses pencalonan dan pemilihan jajaran Direksi baru seiring berakhirnya masa jabatan Direksi periode 2022-2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa proses pemilihan jajaran Direksi BEI merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia.
“Harapan kami ya proses tersebut dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan prosedur dan juga ketentuan yang berlaku dan juga accountable ya,” ujar Inarno dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.
Baca juga: OJK Terima 303 Permintaan Sandbox, 1 Peserta Tak Lolos Uji Coba
Tentunya untuk jajaran Direksi BEI ke depan, Inarno menegaskan perlunya penguatan sejumlah agenda strategis. Salah satu fokus utama adalah peningkatan integritas pasar dan perlindungan investor.
Langkah tersebut termasuk melalui pengawasan perdagangan yang lebih efektif guna memitigasi praktik perdagangan yang tidak wajar, sekaligus menjaga pasar tetap adil dan transparan.
Dorong Pendalaman Pasar Modal
Agenda strategis kedua yang disoroti OJK adalah pendalaman pasar modal. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan sisi penawaran dan permintaan, termasuk inovasi produk dan peningkatan aktivitas pasar.
“Kedua tentunya itu adalah mendorong pendalaman pasar. Melalui pengembangan baik dari sisi supply maupun demand ya. Melalui pengembangan produk ya, lighthouse IPO, peningkatan likuiditas melalui free flow dan juga peningkatan jumlah investor khususnya investor institusi domestik maupun global tentunya ya,” imbuhnya.
Baca juga: OJK Blokir 31.382 Rekening Terindikasi Judi Online
Adapun, poin ketiga yang harus dilakukan adalah memperkuat ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber.
Mengingat semakin digitalnya proses perdagangan atau transaksi di pasar modal Indonesia tentunya ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber ini menjadi hal yang sangat penting.
“OJK akan terus berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia sebagai mitra strategis untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin dalam, efisien, berintegritas, dan juga tangguh,” tutupnya.
Susunan Direksi BEI Saat Ini
Sebagai informasi, susunan Direksi BEI periode 2022–2026 saat ini terdiri atas:
- Direktur Utama: Iman Rachman
- Direktur Penilaian: I Gede Nyoman Yetna
- Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
- Direktur Pengawas Transaksi dan Kepatuhan: Kristian Sihar Manullang
- Direktur Pengembangan: Jeffrey Hendrik
- Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia: Risa Effennita Rustam. (*)
Editor: Yulian Saputra










