Jakarta – Perkembangan teknologi saat ini begitu pesat, termasuk juga dalam implementasi artificial intelligence (AI), salah satunya chatbot di industri jasa keuangan. Chatbot memang memberikan sejumlah hal positif, mulai dari menekan cost suatu perusahaan karena tak membutuhkan banyak agen untuk menghandle tiap pelanggan, dapat diakses selama 24 jam penuh, hingga meningkatkan customer experience.
Industri jasa keuangan sendiri merupakan salah satu sektor yang telah mengimplementasikan AI khususnya chatbot dalam bisnis prosesnya, mulai dari perbankan, asuransi, dan lainnya. Terlepas dari hal tersebut, CEO & Co-Founder Kata.ai, Irzan Raditya mengatakan, ada tiga hal yang harus disiapkan bagi para pelaku di sektor jasa keuangan yang ingin menerapkan chatbot, yakni merencanakan goals, menyiapkan sistem, dan mempersiapkan mindset dalam tim.
“Yang paling penting itu ketika suatu bisnis memutuskan untuk menggunakan chatbot itu harus tahu dulu goalsnya apa. Biasanya ada beberapa goals, mulai dari menargetkan customer experience hingga menekan cost operational,” katanya, dalam sebuah webinar, Selasa, 31 Mei 2022.
Selanjutnya, sambung Irzan, pelaku di industri jasa keuangan juga harus menerapkan sistemnya dengan baik, karena chatbot merupakan client application atau front end. Walaupun begitu, di belakangnya terhubung dengan berbagai macam sistem yang rumit.
“Ketiga yang tak kalah penting adalah mindsetnya di sini. Bahwa develop chatbot is one thing, tapi namanya chatbot yang berbasis AI, seperti yang kita ketahui di sini bahwa AI yang ada sekarang ini belum sempurna, masih dibutuhkan hadirnya satu agen yang memang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu dibutuhkan mindset dari timnya di sini,” ungkapnya. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More