Jakarta – Kecepatan merupakan kata kunci dalam persaingan di era digital seperti saat ini. Hal itu dapat dilakukan dengan dukungan infrastruktur teknologi informasi yang fleksibel yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan bisnis sehingga mampu dengan cepat menangkap peluang yang ada.
Multipolar Technology memberikan solusi HPE Hyper Converged yang membantu perusahaan masuk ke era visualisasi, berkembang secara digital.
Cara kerja HPE Hyper Converged adalah mengintegrasikan server, storage, network dan solusi vistualisasi pre-installed dalam sebuah perangkat siap pakai, dimana, proses implementasinya hanya dalam hitungan menit saja.
Lebih detail, karakteristik infrastruktur hyperconverged adalah software-centric; komponen hardware komoditi x86 yang menggabungkan hypervisor, compute, storage, network, data protection, dan manajemen yang terpusat. Sebuah appliance “building block” yang bila dikombinasikan dengan “building block” tambahan menyediakan sebuah resource pool yang scalable dari sisi kapasitas dan performa; otomatisasi tingkat tinggi; kemampuan untuk mengelola sumber daya gabungan seefisien mungkin sebagai sistem tunggal dan melalui toolset umum; dan desain, pengiriman dan dukungan oleh vendor tunggal.
Baca juga :
Ini Keuanggulan Hyper Converged Multipolar Technology
Multipolar Technology, Bisnis Lebih Efisien Dengan Hyper Converged
Lalu apa bedanya? Dengan infrastruktur IT tradisional, proses implementasi biasanya dalam hitungan bulan, sedangkan dengan hyperconverged proses implementasi bisa dalam hitungan menit.
Itulah mengapa, Hyper Converged dipercaya dapat membantu bisnis bergerak lebih gesit dan berinovasi lebih cepat menuju digital enterprise. Untuk mendukung bisnis bergerak lebih cepat, Multipolar menawarkan diskon hingga 50% untuk pembelian Hyper Converged. Namun, diskon ini berlaku terbatas, hanya hingga Desember 2017.(*)
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More