Harga pangan di pasar masih terjaga. (Foto: Erman Subekti)
Labuan Bajo – Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, angka inflasi yang terus menunjukan penurunan, dikarenakan keberhasilan Pemerintah dalam menjaga inflasi harga pangan atau volatile food (harga bergejolak).
Adapun, pada Agustus 2023 inflasi tercatat sebesar 3,27 persen secara tahunan (yoy). Sedangkan, inflasi kelompok volatile food berada diangka 2,42 persen yoy.
Baca juga: BPS Catat Deflasi 0,02 Persen di Agustus 2023, Kelompok Ini jadi Penyumbang Terbesar
“Kalau dilihat memang masih ada inflasinya tapi jauh lebih rendah, bisa diukur dalam beberapa tahun terakhir itu berapa volatilenya, harga pangan di Indonesia,” kata Asmo, dikutip, Minggu 11 September 2023.
Selain itu, adanya infrastruktur yang memadai juga mempengaruhi cepat menurunnya tingkat inflasi di Indonesia. Dimana, hal ini bisa menurunkan tingkat biaya dari pendistribusian pangan.
“Contoh Jakarta – Surabaya sudah ada tol, sebelumnya ke sana itu kan butuh di atas 12 – 15 jam cost relatif rendah, jadi spendingnya juga rata-rata tumbuh karena ada juga dukungan teknologi untuk pesan apa mudah, logistic cost juga dengan infrastruktur jadi relatif lebih maju,” jelasnya.
Asmo melanjutkan, kedua hal tersebut yang menjaga angka inflasi untuk tidak melonjak, ditengah kenaikan dari permintaan.
Baca juga: Segini Biaya yang Dipakai Pemerintah Untuk Pengendalian Inflasi
“Kalau ditanya apakah ini permintaan sudah agresif, masih banyak potensinya, karena kalau dillihat dari menengah atas sampai menengah bawah, ini yang menengah bawah masih harus banyak dibantu pemerintah, support dari subdisi, social assitance. Kalau yang menengah atas ini yang perlu untuk di boost lagi,” ungkapnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More