Nasional

Indonesia-Qatar Perkuat Kerja Sama Sektor Pertahanan Senilai USD2,3 Miliar

Poin Penting

  • Barzan Holdings (Qatar) dan Republikorp menjalin kerja sama industri pertahanan senilai USD2,3 miliar
  • Kerja sama ini mencakup pembentukan joint venture untuk mendorong modernisasi terintegrasi skala besar
  • Kolaborasi meliputi integrasi sistem canggih di sektor maritim dan darat, sekaligus mempercepat transfer teknologi dan pembangunan lini produksi dalam negeri.

Jakarta — Indonesia kembali memperkuat hubungan bilateral dengan Qatar. Kali ini, perusahaan pertahanan milik pemerintah Qatar, Barzan Holdings menjalin kerja sama strategis dengan Republikorp sebagai mitra strategis industri pertahanan Republik Indonesia senilai USD2,3 miliar.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Eng. Mohamed Al Sadah, Group CEO Barzan Holdings, dan Norman Joesoef selaku Founder Republikorp yang disaksikan Menteri Pertahanan Qatar, H.E. Sheikh Saud Al Thani di ajang Doha International Maritime Defence Exhibition & Conference (DIMDEX) 2026, 20 Januari.

Salah satu poin utama kerja sama ini adalah membentuk joint venture yang bertujuan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan dukungan langsung dari Pemerintah Qatar.

Baca juga: Prabowo: RI-Australia Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan

Joint venture yang baru dibentuk akan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan dukungan langsung dari Pemerintah Qatar.

Norman Joesoef selaku Founder Republikorp, menyoroti peran penting dukungan Qatar. Menurutnya, pembiayaan yang kuat dari Barzan serta suplai sistem-sistem berteknologi tinggi menjadi faktor fundamental untuk mempercepat technological roadmap di Indonesia.

“Kolaborasi ini memungkinkan kami melakukan leapfrog menuju era kapabilitas baru, secara langsung memperkuat keunggulan teknologi TNI, sekaligus memastikan angkatan bersenjata kami dibekali perangkat paling maju dan interoperable yang dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan di lanskap global yang kompleks,” katanya.

Pada kemaritiman, misalnya, kerja sama ini mencakup integrasi sistem misi tingkat lanjut serta solusi digital generasi berikutnya. Ini ditujukan untuk memperkuat keandalan dan kesiapan armada maritim Indonesia.

Sementara di ranah darat, kemitraan ini berfokus pada integrasi dan peningkatan subsistem esensial, mulai dari sistem persenjataan presisi hingga munisi dan platform pendukung.

Sebagai informasi tambahan, Republikorp merupakan perusahaan induk swasta nasional yang berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Teken 27 Kontrak Sektor Pertahanan Senilai Rp33 Triliun

Melalui komitmen yang kuat, Republikorp berhasil meyakinkan berbagai produsen dan pemilik teknologi internasional untuk mengadopsi serta membangun lini produksi di dalam negeri melalui skema patungan.

Hal tersebut memungkinkan adopsi teknologi dan pengembangan lini produksi di dalam negeri guna mendukung kemandirian jangka panjang industri pertahanan Indonesia.

Sedangkan Barzan Holdings adalah perusahaan pertahanan terkemuka asal Qatar yang bertugas menjaga serta memajukan kapabilitas pertahanan Qatar. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jurus Jenius Genjot Transaksi di Momen Libur Panjang

Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More

10 hours ago

Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, OJK Beberkan Dampaknya ke Pasar Keuangan RI

Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More

11 hours ago

Industri Multifinance Salurkan Pembiayaan Rp508,27 Triliun per Januari 2026

Poin Penting Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF… Read More

11 hours ago

OJK Restrukturisasi Kredit Rp12,6 Triliun untuk Debitur Terdampak Bencana Sumatra

Poin Penting OJK merestrukturisasi kredit Rp12,6 triliun untuk 246.000 rekening debitur terdampak banjir dan longsor… Read More

12 hours ago

DBS Indonesia Rekomendasikan Aset Riil hingga Saham Asia untuk Hadapi Tekanan Global 2026

Poin Penting Diversifikasi jadi kunci hadapi tekanan global 2026, dengan mengombinasikan aset riil, emas, kredit… Read More

12 hours ago

IHSG Ditutup Berbalik Merosot ke 7.939, Turun Hampir 1 Persen

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,96% ke level 7.939,76 pada 3 Maret 2026, dengan nilai… Read More

12 hours ago