Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam Sarasehan Ekonom Islam Indonesia, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2025. (Tangkapan layar YouTube AAEI TV: Irawati)
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyoroti fakta bahwa Indonesia masih mengimpor produk hijab dari China. Padahal, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya mampu memenuhi kebutuhan hijab dari produksi dalam negeri.
Awalnya, Perry menyampaikan bahwa BI memiliki tiga jurus utama untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah. Pertama, memperkuat industri perbankan berbasis syariah.
“Alhamdulillah kita dirikan BSI (Bank Syariah Indonesia). One of the biggest perbankan di Indonesia. Tapi mari bersama kita, perbanyak penumpangnya (nasabah syariah),” kata Perry dalam Sarasehan Ekonom Islam Indonesia, Kamis, 15 Mei 2025.
Baca juga: Bos OJK Ungkap Dua Bank Syariah Baru Segera Hadir, Aset Hampir Setara BSI
Kedua, BI membangun jaringan dengan para kiai untuk meningkatkan pembiayaan keuangan syariah. Salah satunya dengan mendorong kewirausahaan di pondok pesantren (ponpes), seperti produksi pangan dan fesyen hijab yang dapat diekspor hingga dikenal di pasar internasional.
Perry lantas menyinggung bahwa ketergantungan pada impor hijab dari China perlu dikurangi. Ia menyebut bahwa produk hijab seharusnya dapat diproduksi secara melimpah di dalam negeri, termasuk di daerah seperti Tasikmalaya.
“Mosok kita hijab impor dari China, di Tasikmalaya banyak. Di mana-mana pun juga banyak, Dan produk-produk makanan. UMKM wastra (tekstil dan produk tekstil) adalah fokus yang utama kita,” imbuhnya.
Baca juga: Jelang Lebaran, Pedagang Tanah Abang Raup Cuan Jutaan Rupiah
Ketiga, Perry menambahkan, BI secara rutin juga mengadakan festival ekonomi syariah untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di tiga wilayah domestik dan internasional setiap tahunnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More