News Update

Indonesia Insurance Summit 2024 Dorong Pertumbuhan dan Perkembangan Industri Asuransi

Jakarta – Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Billy Bhayangkara, menegaskan pentingnya komunikasi dan jejaring dengan industri asuransi global. Menurutnya, industri asuransi merupakan industri global yang membutuhkan pemahaman terhadap standar operasi dan best practice internasional untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.

“Agar kita satu, dan memahami standar operasi yang terbaru. Kita harus tahu best practice internasionalnya seperti apa. Terus apa yang sudah terjadi di bagian lain dari dunia ini. Apakah Indonesia terbelakang, apakah Indonesia kecepatan,” ujar pria yang akrab disapa Billy ini dalam acara Press Conference Indonesia Insurance Summit 2024 di Jakarta, Senin (5/8).

Sebagai langkah konkret, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama DAI dan 11 asosiasi perasuransian di bawah naungannya, dengan dukungan dari Infobank Media Group, akan menggelar Indonesia Insurance Summit 2024 pada 22-23 Agustus 2024.

Baca juga: Tumbuh 8,46 Persen, Pendapatan Premi Asuransi jadi Rp165,18 Triliun per Juni 2024

Indonesia Insurance Summit 2024 bertujuan mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri asuransi di Indonesia melalui diskusi, pertukaran pandangan, dan pencarian solusi inovatif untuk tantangan masa depan. Indonesia Insurance Summit 2024 dirancang sebagai platform komprehensif yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan dalam industri asuransi.

“Acara ini penting, agar Indonesia tidak ketinggalan dengan wilayah lain yang sudah menerapkan inovasi sederhana namun efektif. Dengan adanya forum ini, kita berharap dapat mengelaborasi ide-ide yang telah berhasil di negara lain,” ucap Billy.

Indonesia Insurance Summit 2024 akan menampilkan serangkaian forum dan diskusi panel yang membahas topik-topik hangat dan relevan di sektor perasuransian. Salah satunya adalah The Future of Green Investment, yang akan mengangkat tema tentang investasi hijau sebagai solusi strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mendorong keberlanjutan ekonomi. Sesi ini akan mengeksplorasi bagaimana investasi hijau dapat diintegrasikan ke dalam strategi perusahaan asuransi.

Topik lainnya, Mastering The Art of Insurance Evolution, akan mengkaji bagaimana perusahaan asuransi dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi untuk tetap relevan dan kompetitif. Sesi ini bertujuan untuk mengeksplorasi evolusi industri asuransi seiring dengan perkembangan zaman.

Selain itu, How to Build Market Trust in Insurance Industry akan membahas isu kepercayaan pasar yang merupakan fondasi utama industri asuransi. Sesi ini akan membahas berbagai isu penting seperti implementasi IFRS 17, strategi spin-off, peningkatan kepercayaan pasar, dan permodalan, yang semuanya bertujuan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap industri asuransi.

Di kesempatan yang sama, Ketua Steering Committee Indonesia Insurance Summit 2024, Budi Herawan, menambahkan bahwa Indonesia Insurance Summit 2024 akan menjadi ajang penting bagi peserta untuk memperluas networking dengan profesional dan ahli di bidang asuransi serta para petinggi perbankan dan multifinance.

Baca juga: OJK Garap Sentralisasi Data Polis Asuransi untuk Transparansi

“Spirit kita ingin memecahkan rekor MURI dengan jumlah peserta hybrid terbanyak dengan target 1.000 peserta sebagai pencapaian bersejarah yang menunjukkan antusiasme industri asuransi indonesia,” kata Budi.

Dia mengajak seluruh pemangku kepentingan di industri asuransi, mulai dari regulator, perusahaan asuransi, pialang, agen, hingga masyarakat umum untuk mencatat tanggal pelaksanaan dan menghadiri Indonesia Insurance Summit 2024.

“Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan wawasan terbaru, bertukar pandangan, dan berjejaring dengan para profesional dan ahli di bidang asuransi. Mari bersama-sama kita mengukir masa depan industri asuransi Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

2 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

7 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

11 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

11 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

11 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

11 hours ago