News Update

Indeks Kepercayaan Konsumen di Asia Pasifik Meningkat

Jakarta – Mastercard melaporkan Indeks Kepercayaan Konsumen (Mastercard Index of Consumer Confidence), di kawasan Asia Pasifik selama semester kedua tahun 2017 meningkat dengan pesat terutama karena tingginya optimisme kaum milenial.

Mengutip rilis yang disampaikan Mastercard, Sabtu, 23 Desember 2017, studi tersebut juga mengindikasikan bahwa generasi milenial (usia 18-29 tahun) di kawasan Asia Pasifik merasa sangat optimis terhadap situasi dalam enam bulan ke depan (72,9 poin), sementara generasi yang lebih tua (usia di atas 30 tahun) memiliki pandangan yang lebih pesimis terhadap masa depan (66,7 poin).

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat, perkembangan industri pariwisata dan kerja sama ekonomi intra-regional yang lebih baik di kawasan Asia Pasifik mendorong tingkat kepercayaan kawasan ini secara keseluruhan, yaitu sebesar 68,5 poin.

Sejak paruh semester kedua tahun 2016, terjadi peningkatan optimisme di antara kedua kelompok umur ini, dimana tingkat kepercayaan konsumen yang berusia di atas 30 tahun meningkat sebesar 6,3 poin sementara konsumen yang berusia di bawah 30 tahun meningkat sebesar 5,0 poin.

Peningkatan ini tercermin dari sentimen konsumen terhadap pasar saham, pekerjaan dan kinerja ekonomi. Secara khusus, optimisme terhadap pasar saham tercatat mengalami peningkatan sebesar 10,2 poin di kalangan konsumen dengan usia di bawah 30 tahun.

Terlepas dari kelompok umur, Indeks ini menemukan bahwa negara-negara berkembang seperti Filipina (94,5 poin), China (92,2 poin), Kamboja (92,2 poin) dan Myanmar (91,7 poin) mencatat tingkat optimisme paling tinggi.

Sebaliknya, kedua kelompok umur di negara-negara yang lebih maju seperti Taiwan (44,2 poin), Malaysia (45,9 poin) dan Jepang (51,0 poin) cenderung lebih pesimis.

Tingginya tingkat optimisme di negara-negara berkembang dapat diatribusikan kepada investasi infrastruktur yang dipandang dapat menciptakan peluang kerja dan mobilitas sosial ke atas yang lebih besar.

Selama bulan Oktober dan November 2017, 9.141 responden berusia 18-64 tahun di delapan belas negara Asia Pasifik diminta untuk memberikan pandangan terhadap lima faktor ekonomi yang meliputi kondisi Ekonomi, prospek Pekerjaan, prospek Pendapatan Reguler, Pasar Saham dan Kualitas Hidup.

Indeks ini kemudian dihitung dengan skala 1 sampai 100, dengan skor 0 berarti paling pesimis, skor 100 mewakili paling optimis dan skor antara 40-60 berarti netral. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

5 mins ago

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

49 mins ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

1 hour ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

2 hours ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

2 hours ago