Moneter dan Fiskal

Impor RI Naik 2,03 Persen Jadi USD218,02 Miliar Sepanjang Januari-November 2025

Poin Penting

  • Impor Januari–November 2025 naik 2,03 persen secara kumulatif menjadi USD218,02 miliar, terutama didorong lonjakan impor barang modal
  • Impor migas turun 10,81 persen menjadi USD29,42 miliar, sementara impor nonmigas naik 4,37 persen menjadi USD188,61 miliar
  • Secara tahunan (yoy), impor November 2025 naik 0,46 persen menjadi USD19,86 miliar, didorong kenaikan impor migas 11,19 persen, meski impor nonmigas masih terkontraksi 1,15 persen.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor pada Januari-November 2025 sebesar USD218,02 miliar atau naik 2,03 persen secara kumulatif (ctc), dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD213,69 miliar.

“Total nilai impor sepanjang Januari-November 2025 naik sebesar 2,03 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor barang modal sebesar 3,28 persen,” kata Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam Rilis BPS, Senin, 5 Januari 2026.

Pudji merinci, impor migas mengalami penurunan sebesar 10,81 persen atau menjadi USD29,42 miliar, dibandingkan periode sebelumnya pada tahun yang lalu USD32,98 miliar. 

Baca juga: Nilai Ekspor RI hingga November 2025 USD256,56 Miliar, Naik 5,61 Persen

Sementara itu, impor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 4,37 persen atau menjadi USD188,61 miliar, dibandingkan Januari-November 2024 yang senilai USD180,71 miliar.

Berdasarkan penggunaanya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal. Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD44,81 miliar atau naik 18,54 persen dengan andil 3,28 persen.

“Impor barang barang modal yang naik cukup besar, yaitu mesin peralatan mekanis dan bagiannya, mesin peralatan elektrik dan bagiannya, serta kendaraan udara dan bagiannya,” jelasnya.

Sementara itu, impor bahan baku penolong turun 1,46 persen atau USD153,20 miliar. Pun demikian dengan impor barang konsumsi yang menurun 2,02 persen menjadi USD20,01 miliar.

“Berdasarkan negara dan kawasan tujuan utama impor, peningkatan nilai impor tertinggi terjadi dengan Tiongkok dan AS. Sementara itu impor dari Jepang, negara ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan,” imbuh Pudji.

Baca juga: Pasar Domestik Lesu, Emiten STRK Agresif Ekspansi ke Pasar Ekspor

Secara tahunan, nilai impor pada November 2025 mencapai USD19,86 miliar atau naik 0,46 persen yoy dibandingkan tahun lalu pada periode sama yang sebesar USD19,77 miliar.

Adapun nilai impor migas tercatat USD2,86 miliar atau naik 11,19 persen yoy, sementara impor nonmigas turun 1,15 persen dengan nilai USD17,00 miliar.

“Total nilai impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh peningkatan nilai impor migas, dengan andil 1,46 persen,”pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Purbaya Nilai Utang Luar Negeri RI Masih Aman meski Meningkat

Poin Penting Rasio utang pemerintah 40,46 persen terhadap PDB dinilai Purbaya masih aman dibandingkan negara… Read More

21 mins ago

OJK Cabut Izin Usaha BPR Kamdana di Bali, Ini Penyebabnya

Poin Penting OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Kamadana di Bali pada 18 Februari… Read More

2 hours ago

LPEM UI Sarankan BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026, Ini Pertimbangannya

Poin Penting LPEM UI sarankan BI Rate tetap 4,75% pada RDG Februari 2026 guna menjaga… Read More

2 hours ago

Kasus-Kasus Kriminalisasi Kredit Macet yang Membelit BPD

Poin Penting Mantan petinggi Bank BJB, Bank DKI, dan Bank Jateng jadi terdakwa kredit macet… Read More

2 hours ago

Pendaftaran BTN RUN 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 7.600 Peserta

Poin Penting BTN RUN 2026 dibuka 13 Februari via bale by BTN dan 18 Februari… Read More

3 hours ago

Bank Danamon dan Adira Finance Perpanjang Bunga Spesial KPM Prima

Poin Penting Bank Danamon dan Adira Finance memperpanjang bunga dan margin spesial KPM Prima mulai… Read More

3 hours ago