Ilustrasi: Kegiatan ekspor impor barang/Istimewa
Poin Penting
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor pada Januari-November 2025 sebesar USD218,02 miliar atau naik 2,03 persen secara kumulatif (ctc), dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD213,69 miliar.
“Total nilai impor sepanjang Januari-November 2025 naik sebesar 2,03 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor barang modal sebesar 3,28 persen,” kata Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam Rilis BPS, Senin, 5 Januari 2026.
Pudji merinci, impor migas mengalami penurunan sebesar 10,81 persen atau menjadi USD29,42 miliar, dibandingkan periode sebelumnya pada tahun yang lalu USD32,98 miliar.
Baca juga: Nilai Ekspor RI hingga November 2025 USD256,56 Miliar, Naik 5,61 Persen
Sementara itu, impor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 4,37 persen atau menjadi USD188,61 miliar, dibandingkan Januari-November 2024 yang senilai USD180,71 miliar.
Berdasarkan penggunaanya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal. Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD44,81 miliar atau naik 18,54 persen dengan andil 3,28 persen.
“Impor barang barang modal yang naik cukup besar, yaitu mesin peralatan mekanis dan bagiannya, mesin peralatan elektrik dan bagiannya, serta kendaraan udara dan bagiannya,” jelasnya.
Sementara itu, impor bahan baku penolong turun 1,46 persen atau USD153,20 miliar. Pun demikian dengan impor barang konsumsi yang menurun 2,02 persen menjadi USD20,01 miliar.
“Berdasarkan negara dan kawasan tujuan utama impor, peningkatan nilai impor tertinggi terjadi dengan Tiongkok dan AS. Sementara itu impor dari Jepang, negara ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan,” imbuh Pudji.
Baca juga: Pasar Domestik Lesu, Emiten STRK Agresif Ekspansi ke Pasar Ekspor
Secara tahunan, nilai impor pada November 2025 mencapai USD19,86 miliar atau naik 0,46 persen yoy dibandingkan tahun lalu pada periode sama yang sebesar USD19,77 miliar.
Adapun nilai impor migas tercatat USD2,86 miliar atau naik 11,19 persen yoy, sementara impor nonmigas turun 1,15 persen dengan nilai USD17,00 miliar.
“Total nilai impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh peningkatan nilai impor migas, dengan andil 1,46 persen,”pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,23 persen ke level 8.955,04 pada perdagangan 27 Januari 2026,… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat tipis di level Rp16.780 per dolar AS, meski pergerakannya masih… Read More
Poin Penting Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian kompak naik pada Selasa, 27 Januari 2026;… Read More
Poin Penting Fraud pindar sulit dideteksi pengawas karena adanya asimetri informasi antara lender dan borrower… Read More
Poin Penting CGS International memprediksi IHSG hari ini (27/1) bergerak variatif cenderung menguat dengan support… Read More
Poin Penting Adira Finance mengedepankan solusi pembiayaan relevan dengan kondisi daya beli dan perilaku konsumen… Read More