Poin Penting
- Nilai impor RI Januari-Maret 2026 mencapai USD61,30 miliar, naik 10,05 persen yoy.
- Kenaikan didorong impor nonmigas, terutama bahan baku penolong.
- Tiongkok, Australia, ASEAN, dan Uni Eropa jadi penyumbang utama peningkatan impor.
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor pada Januari-Maret 2026 mencapai USD61,30 miliar atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD55,70 miliar.
“Total nilai impor sepanjang Januari-Maret 2026 naik sebesar 10,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor bahan baku penolong sebesar 5 persen,” ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam Rilis BPS, Senin, 4 Mei 2026.
Ateng merinci, impor migas turun 1,72 persen menjadi USD8,33 miliar dari USD8,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sebaliknya, impor nonmigas naik 12,16 persen menjadi USD52,97 miliar, dibandingkan Januari-Maret 2025 sebesar USD47,23 miliar.
Baca juga: Pemerintah Hapus Bea Masuk Impor Plastik Selama 6 Bulan
Berdasarkan penggunaanya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi di seluruh golongan. Adapun sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai bahan baku penolong mencapai USD43,17 miliar atau naik 6,89 persen dengan andil 5 persen.
“Impor bahan baku penolong yang naik cukup besar yaitu mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya, logam mulia, dan perhiasan/permata, serta berbagai produk kimia,” jelasnya.
Negara Mitra dan Tren Bulanan
Kemudian, berdasarkan negara dan kawasan tujuan utama impor, peningkatan nilai impor tertinggi terjadi dengan Tiongkok, Australia, ASEAN dan Uni Eropa. Sementara itu impor dari Jepang mengalami penurunan.
Secara tahunan, nilai impor pada Maret 2026 mencapai USD19,21 miliar atau naik 1,51 persen yoy dibandingkan tahun lalu pada periode sama yang sebesar USD18,92 miliar.
Baca juga: Bea Cukai Bebaskan Pajak Impor Oleh-Oleh Jemaah Haji, Ini Syaratnya!
Adapun nilai impor migas tercatat USD3,17 miliar yang meningkat1,34 persen yoy, sementara impor nonmigas tumbuh 1,54persen dengan nilai USD16,04 miliar.
“Total nilai impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh peningkatan nilai impor nonmigas, dengan andil 1,29 persen,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra




