Ilustrasi: Penumpukan kontainer di pelabuhan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pemerintah menyatakan dampak dari implementasi Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) akan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,04 persen. Hal tersebut merupakan hasil dari kajian cost and benefit yang telah dilakukan.
“Dengan adanya IEU CEPA akan meningkatkan pertumbuhan bagi Indonesia kurang lebih 0,04 persen,” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Djatmiko Bris Witjaksono dalam Diseminasi Hasil Perundingan IEU CEPA, Jumat, 13 Juni 2025.
Sementara bagi Uni Eropa, kata Djatmiko, dampak IEU CEPA juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya sebesar 0,0013 persen.
Selain berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi kedua negara, IEU CEPA diprediksi akan meningkatkan welfare bagi Indonesia dan Uni Eropa masing-masing senilai USD824,56 juta dan USD481,19 juta, serta meningkatkan investasi Indonesia sekitar 0,42 persen dan 0,0087 persen bagi Uni Eropa.
Baca juga: Pemerintah Targetkan IEU CEPA Mulai Berlaku Paling Lambat di Kuartal I 2027
Meski demikian, lanjut Djatmiko, akan terjadi tekanan terhadap trade balance atau neraca perdagangan bagi kedua negara, yang diprediksi akan terjadi defisit USD743,31 juta untuk Indonesia dan USD288,01 juta bagi Uni Eropa.
“Nah ini mungkin situasinya masih sangat dinamis sekali, tapi ini hasil hitung-hitungan di simulasi, ada sedikit tekanan untuk Indonesia sekitar USD743 juta, untuk Uni Eropa juga kontraksi sebesar USD288 juta,” pungkasnya.
Djatmiko mengatakan bahwa IEU-CEPA akan memberikan sejumlah manfaat bagi Indonesia. Pertama, meningkatkan akses pasar barang dengan ekspor per tahun naik sebesar 5,4 persen.
Kedua, peningkatan akses pasar jasa, yakni peluang tenaga profesional Indonesia ke Uni Eropa. Sedangkan yang ketiga mampu peningkatan foreign direct investment EU di Indonesia antara lain electric vehicle, energi terbarukan, semikonduktor, ICT, farmasi, investasi produk turunan mineral (terutama pra-smelter).
Baca juga: Ekspor RI ke Uni Eropa Diprediksi Naik 50 Persen Usai IEU-CEPA Rampung
Manfaat selanjutnya adalah mampu meningkatkan pendapatan negara berupa PPN dan PPh dan diversifikasi sumber impor bahan baku/barang modal untuk industri dalam negeri.
Kemudian, IEU CEPA diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan yang didorong oleh peningkatan produktivitas industri, produk Uni Eropa dan Indonesia komplementer, serta konsumen mendapat lebih banyak opsi. (*)
Editor: Galih Pratama
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More