IMF
Jakarta – Beberapa waktu lalu, kelompok ekstrimis Taliban berhasil menduduki Kabul, ibukota Afganistan. Meskipun demikian, kelompok ini dipastikan tidak akan bisa mengakses dan menggunakan sumber dana negara Afganistan yang tersimpan, maupun pendanaan dari lembaga lain.
Salah satunya adalah Dana Moneter Internasional (IMF) yang telah menangguhkan akses pendanaan terhadap Afghanistan. Keputusan ini diambil setelah adanya ketidakjelasan pada pengakuan pemerintahan Afganistan yang saat ini diduduki kelompok Taliban.
“Saat ini ada ketidakjelasan dalam komunitas internasional mengenai pengakuan pemerintah di Afghanistan. Sebagai konsekuensinya negara tersebut tidak dapat mengakses SDR (hak penarikan khusus) atau sumber daya IMF lainnya,” jelas Gerry Rice, Juru Bicara IMF seperti yang dikutip dari reuters, 19 Agustus 2021.
Sebelumnya, Amerika Serikat juga membekukan Aset Da Afghan Bank (DAB) atau Bank Sentral Afghanistan. Tujuannya agar Taliban tidak bisa mengakses sumber dana negara Afganistan.
Adapun besaran aset yang dibekukan diperkirakan mencapai US$9,5 miliar. Sebagian besar aset itu ada di rekening Federal Reserve New York dan lembaga keuangan yang berbasis di AS. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More